Presiden Brasil Jair Bolsonaro./AFP
Presiden Brasil Jair Bolsonaro./AFP

Bolsonaro Diselidiki Terkait Hoaks Vaksin Covid-19 dan AIDS

Marcheilla Ariesta • 04 Desember 2021 18:00
Brasilia: Seorang hakim Mahkamah Agung Brasil memerintahkan penyelidikan terbuka terhadap Presiden Jair Bolsonaro. Penyelidikan ini terkait ucapan Bolsonaro bahwa vaksin covid-19 dapat meningkatkan kemungkinan tertular AIDS.
 
Keputusan Hakim Alexandre de Moraes datang sebagai tanggapan atas permintaan dari komite investigasi Senat (CPI). Komite ini menemukan sembilan kejahatan Bolsonaro terkait dengan penanganan pandemi virus korona pada Oktober lalu.
 
Menurut Program Gabungan Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang HIV dan AIDS, vaksin Covid-19 yang disetujui oleh regulator kesehatan aman bagi kebanyakan orang, termasuk mereka yang hidup dengan HIV.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


CPI telah menyerahkan sekitar 1.300 halaman laporannya ke kantor jaksa agung Brasil (PGR) pada Oktober lalu. Namun, banyak yang meragukan kasus ini akan berlanjut karena jaksa tinggi Brasil saat ini ditunjuk Bolsonaro.
 
Dalam praktiknya, keputusan Moraes menyiratkan bahwa dia akan mengawasi secara ketat penyelidikan PGR. Pasalnya, Mahkamah Agung tidak melakukan penyelidikannya sendiri.
 
Baca juga: Senator Brasil Dukung Tuntutan Pidana Terhadap Presiden Jair Bolsonaro
 
"Agar pengawasan yudisial dilakukan secara efektif dan komprehensif, sangat diperlukan dokumen yang menunjukkan status penyelidikan yang bersangkutan," kata Moraes, dilansir dari AFP, Sabtu, 4 Desember 2021.
 
Pada Oktober lalu, Bolsonaro membuat klaim palsu mengenai vaksin covid-19. Ia mengaitkan vaksin covid-19 membuat tertular AIDS.
 
Facebook dan Youtube menghapus video Bolsonaro yang sudah tersebar tersebut. Bukan kali ini video Bolsonaro dihapus dari Youtube.
 
Pada Juli lalu, platform video tersebut juga menghapus video dari saluran resmi Bolsonaro yang merekomendasikan penggunaan hydroxychloroquine dan ivermectin untuk melawan covid-19. Meskipun ada bukti ilmiah bahwa obat ini tidak efektif dalam mengobati penyakit.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif