Dewan Keamanan PBB (DK PBB) ingin kekerasan di Yaman diakhiri. Foto: AFP
Dewan Keamanan PBB (DK PBB) ingin kekerasan di Yaman diakhiri. Foto: AFP

Dewan Keamanan PBB Serukan Akhiri Tindak Kekerasan di Yaman

Internasional konflik yaman Yaman DK PBB
Medcom • 21 Oktober 2021 15:20
New York: Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menyerukan meredakan kekerasan di Yaman. Pernyataan yang disampaikan pada Rabu, 20 Oktober 2021 ini diadopsi guna mengatasi risiko yang meningkat dari kelaparan skala besar di Yaman.
 
Dilansir dari AFP, Kamis, 21 Oktober 2021, ke-15 anggota dewan “menekankan perlunya de-eskalasi oleh semua”. Mereka menuntut gencatan senjata nasional segera dan menyerukan pengakhiran eskalasi oleh kelompok Houthi di kota strategis Marib, Yaman.
 
“Anggota Dewan Keamanan menyatakan keprihatinan yang mendalam atas situasi kemanusiaan yang mengerikan, termasuk kelaparan yang berkepanjangan dan meningkatnya risiko kelaparan skala besar,” kata DK PBB dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dewan Keamanan PBB mengutuk perekrutan dan penggunaan anak-anak, serta kekerasan seksual dalam konflik. Mereka pun meminta pemerintah Yaman untuk memfasilitasi ‘secara teratur dan tanpa penundaan’ terkait masuknya kapal bahan bakar ke pelabuhan Hodeida.
 
“Selain itu, PBB mendesak semua pihak guna memastikan aliran bebas bahan bakar di dalam negeri untuk mengirimkan komoditas penting dan bantuan kemanusiaan,” sebutnya.
 
DK PBB juga menyoroti ancaman besar yang ditimbulkan oleh kapal tanker minyak Safer.
 
Berlabuh di lepas pantai Hodeida, kapal bahan bakar Floating Storage & Offloading Unit (FSO) Safer yang berusia 45 tahun ini disebut telah berisiko tenggelam atau meledak selama beberapa tahun.
 
DK PBB mengatakan, Houthi bertanggung jawab atas situasi tersebut. Hal ini dikarenakan mereka menolak untuk mengizinkan PBB melakukan penilaian apapun terhadap kapal tersebut.
 
Sejak 2014, pemberontak Houthi dan pasukan pemerintah diketahui telah berperang hebat, saat Houthi yang terkait dengan Iran merebut ibu kota utara Sanaa. Pada 2015, koalisi pimpinan Saudi melakukan intervensi guna mendukung pasukan loyalis yang berjuang melawan pemberontak.
 
PBB menilai, perang di Yaman telah menjerumuskan negara termiskin di Semenanjung Arab ke dalam krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Bahkan, mendorong para penduduk terperangkap di dalam jurang kelaparan.
 
Sejak konflik tersebut dimulai, puluhan ribu orang dan sebagian besar warga sipil dilaporkan tewas, serta jutaan warga lain terpaksa mengungsi. (Nadia Ayu Soraya)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif