PM Inggris Boris Johnson kembali kunjungi Ukraina. Foto: AFP
PM Inggris Boris Johnson kembali kunjungi Ukraina. Foto: AFP

PM Inggris Kunjungi Kyiv, Yakin Ukraina Bisa Kalahkan Rusia

Marcheilla Ariesta • 25 Agustus 2022 10:03
Kyiv: Perdana Menteri Inggris yang akan mengundurkan diri Boris Johnson, menandai liburan dengan kunjungan ke Kyiv, Ukraina. Ini kunjungannya yang ketiga sejak perang pecah.
 
Bersama para pemimpin Eropa lainnya Johnson menggunakan kesempatan itu untuk menjanjikan dukungan tak tergoyahkan bagi Ukraina. Bantuan itu berupa kendaraan penyisir ranjau dan drone senilai 54 juta poundsterling atau sekitar Rp946 miliar.
 
Sementara Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan paket bantuan militer baru senilai hampir USD3 miliar (sekitar Rp 44,5 triliun) untuk membantu pasukan Ukraina berperang selama bertahun-tahun yang akan datang.
 
Baca: Serangan di Hari Kemerdekaan Ukraina, 22 Orang Tewas di Stasiun Kereta.

Mengumumkan kunjungan di Twitter, 10 Downing Street membagikan gambar Johnson berbicara kepada Zelensky di luar Istana Mariinsky di Kyiv dan menambahkan pesan Johnson adalah: "Ukraina dapat dan akan memenangkan perang ini."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada Rabu, Zelensky menghadiahkan Johnson dengan hadiah perpisahan, menghadiahkannya Order of Liberty untuk "pekerjaan yang telah dilakukan Boris untuk negara kita dan seluruh Eropa."
 
Selama akhir pekan, Zelensky memperingatkan bahwa Rusia 'mungkin mencoba melakukan sesuatu yang sangat jahat, sesuatu yang sangat kejam' minggu ini.  Dia mengulangi peringatan menjelang serangan stasiun kereta api, dengan mengatakan, “Provokasi Rusia dan serangan brutal adalah suatu kemungkinan."
 
Namun demikian, suasana meriah berlangsung pada siang hari di alun-alun Maidan Kiev ketika ribuan penduduk berpose untuk berfoto di samping tank-tank Rusia yang terbakar yang dipajang. Pesta rakyat didirikan, dan banyak orang yang bersuka ria – mengabaikan sirene – keluar dan berkeliling dengan gaun dan kemeja bersulam tradisional.
 
"Saya tidak bisa tidur di malam hari karena apa yang saya lihat dan dengar tentang apa yang sedang dilakukan di Ukraina," kata seorang pensiunan yang hanya menyebut nama depannya, Tetyana, suaranya bergetar karena emosi.
 
"Ini bukan perang. Ini  adalah kehancuran rakyat Ukraina," pungkasnya.


Serangan di stasiun

Pasukan Rusia meluncurkan serangan roket ke stasiun kereta api Ukraina pada Hari Kemerdekaan negara yang diperangi. Serangan ini menewaskan 22 orang.
 
Jumlah korban tewas diumumkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Sebelumnya, ia memperingatkan kemungkinan Moskow mencoba 'sesuatu yang sangat kejam' minggu ini.
 
"Serangan mematikan itu terjadi di Chaplyne, sebuah kota berpenduduk sekitar 3.500 orang di wilayah Dnipropetrovsk tengah," kata kantor berita Ukraina mengutip laporan Zelensky kepada Dewan Keamanan PBB melalui video. 
 
Dilansir dari Sydney Morning Herald, Kamis, 25 Agustus 2022, kantor kepresidenan juga melaporkan bahwa seorang anak berusia 11 tahun tewas oleh tembakan roket pada hari sebelumnya di pemukiman tersebut.
 
"Chaplyne adalah penderitaan kita hari ini," kata Zelensky.
 
Pada satu titik, ia menyebutkan jumlah korban luka sekitar 50 orang. Wakil kepala kantor Zelensky kemudian meralat bahwa 22 orang terluka dalam serangan itu, yang menabrak lima gerbong penumpang.
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif