Acara peringatan 20 tahun Gamelan Bali berlangsung di Missoula, Montana, AS, 3 April 2022. (KJRI San Francisco)
Acara peringatan 20 tahun Gamelan Bali berlangsung di Missoula, Montana, AS, 3 April 2022. (KJRI San Francisco)

Warga AS Tampil Memukau dalam Acara 20 Tahun Gamelan Bali di Montana

Willy Haryono • 05 April 2022 15:43
San Francisco: KJRI San Francisco mengapresiasi sekelompok warga Amerika Serikat (AS) yang memakai pakaian tradisional Indonesia dalam acara peringatan 20 tahun kelahiran kelompok gamelan Bali di negara bagian Montana. Demikian pernyataan Konsul Penerangan dan Sosial Budaya KJRI San Francisco, Mahmudin Nur Al-Gozaly, dalam sambutan pembukaan acara "World Rhythm Concert: 20th Anniversary Celebration of Balinese Gamelan" di Universitas Montana di Missoula, Montana, AS pada Senin, 3 April malam waktu setempat.
 
Berdasarkan keterangan tertulis KJRI San Francisco yang diterima Medcom.id, Selasa, 5 April 2022, acara tersebut dihadiri setidaknya 100 pengunjung warga lokal Montana. Puluhan warga AS dan diaspora Indonesia yang tergabung dalam komunitas gamelan Jaya Budaya dan Manik Harum tampil memeriahkan acara tersebut.
 
Mereka terdiri dari beragam profesi, mulai dari dosen, pengajar, mahasiswa hingga pengusaha lokal AS yang telah lama bergabung dalam komunitas gamelan Bali di negara bagian Montana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ada juga I Made Lasmawan, seorang seniman Bali yang telah tinggal sekitar 40 tahun di AS yang mendedikasikan dirinya pada dunia gamelan. Ia memimpin penampilan gamelan dengan iringan musik yang memukau para hadirin.
 
Tidak kalah menarik, I Gede Oka Artha Negara -- penari profesional asal Santa Cruz, California -- menampilkan tarian Jauk Manis yang mengisahkan seorang raja berkarakter tegas dan lembut untuk memberikan pesan kepemimpinan berwibawa, bijaksana dan mengayomi rakyat.
 
Menurut Robert LedBetter, seorang guru besar Universitas Montana yang juga menjadi bagian dari grup gamelan, partisipasi warga AS dalam perayaan gamelan Bali kali ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi warga Montana.
 
Sejalan dengan itu, Dorothy Morisson, seorang duta budaya dari Kota Missoula yang memimpin grup gamelan Manik Harum, juga menyampaikan kesan mendalam setelah tampil dalam acara tersebut. Mereka semua telah mempelajari berbagai kesenian tradisional Indonesia, bahkan terlihat piawai dalam memerankan tarian dan gamelan Bali.
 
Pertunjukan seni dan budaya seperti ini menjadi media penting untuk menyampaikan pesan positif mengenai identitas bangsa Indonesia yang multikultural, termasuk melestarikan keluhuran warisan budaya Indonesia.
 
Seperti halnya di AS yang mengenal "Unity in Diversity," Indonesia juga memiliki semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" yang menegaskan pentingnya persatuan di tengah keberagaman dan berbagai perbedaan yang ada, sebagai nilai falsafah hidup yang telah lama mengakar di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.
 
Di akhir acara, KJRI San Francisco menyampaikan apresiasi dan piagam penghargaan kepada para seniman dan pemain gamelan. Hal tersebut merupakan tanda terima kasih dan penghargaan tinggi atas dedikasi dan sumbangsih yang mereka lakukan selama puluhan tahun dalam meningkatkan citra positif Indonesia melalui diplomasi budaya di negeri Paman Sam, terutama di Montana.
 
Keberagaman di Indonesia merupakan modal sosial yang penting bagi kemajuan bersama. Kemajemukan tidak dapat menjadi alasan bagi siapapun untuk bersikap eksklusif dan egosentris yang malah dapat mengancam persatuan dan kesatuan.
 
Sebaliknya, pluralitas budaya justru harus menjadi sumber kekuatan untuk menyatukan dan meningkatkan berbagai kreativitas dan produktivitas baru anak bangsa di berbagai bidang kehidupan demi kemajuan negara Republik Indonesia.
 
Baca:  Gamelan Bali Unjuk Gigi di Canberra, 4 Lagu Dimainkan di Tengah Mahasiswa Internasional
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif