Gandum Ukraina yang dipanen. Foto: AFP
Gandum Ukraina yang dipanen. Foto: AFP

Blokade Rusia Hambat Pengiriman Biji-bijian Ukraina, Picu Krisis Pangan Global

Marcheilla Ariesta • 30 Juni 2022 12:17
London: Inggris menuduh Rusia sengaja memblokade pengiriman jagung dan gandum dari Ukraina. Hal ini menyebabkan harga biji-bijian utama melambung tinggi.
 
"Blokade Rusia yang disengaja atas pelabuhan Ukraina, pemboman infrastruktur Ukraina dan pertanian Ukraina menyebabkan petani Ukraina tidak dapat memasok dunia dengan makanan," kata Kedutaan Besar Inggris di Jakarta dalam keterangan persnya, Kamis, 30 Juni 2022.
 
Inggris menilai, perang yang diperintahkan Presiden Rusia Vladimir Putin tidak hanya mengganggu ekspor Ukraina. Menurut mereka, tindakan Putin sengaja menyebabkan kurangnya persediaan pangan dan secara efektif menggunakan persediaan yang ada sebagai senjata.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini berakibat berpotensi menimbulkan kelaparan dan krisis pangan bagi jutaan orang. Inggris mengatakan, ada 25 juta ton jagung dan gandum tidak dapat diekspor karena blokade Putin di pelabuhan Ukraina. Angka tersebut setara dengan konsumsi tahunan seluruh negara berkembang.
 
"Akibatnya, hampir 570.000 orang di seluruh dunia diperkirakan akan menghadapi kondisi mirip kelaparan," kata mereka.
 
"Program Pangan Dunia memperkirakan bahwa jika blokade Rusia berlanjut, 47 juta lebih orang di seluruh dunia bisa mengalami kelaparan yang menyakitkan tahun ini, sehingga totalnya mencapai 323 juta pada akhir tahun," imbuhnya.
 
Berdasarkan laporan terbaru dari Global Crisis Response Group Sekretaris Jenderal PBB memperingatkan, perang Rusia di Ukraina dapat menyebabkan krisis sosial dan ekonomi di seluruh dunia.
 
"Perang mengancam timbulnya gelombang kelaparan dan kemiskinan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menyebabkan disrupsi sosial dan ekonomi pasca perang," kata Sekjen PBB Antonio Guterres.
 
PBB telah memperingatkan bahwa pengepungan maritim Rusia yang sembrono, yang sekarang memasuki bulan kelima, mengancam malapetaka di atas bencana.
 
"Putin akan bertanggung jawab atas semua penderitaan yang dialami jika dia tidak menghentikan blokade sekarang dan membiarkan Ukraina mengekspor biji-bijian mereka," sambung kedutaan.
 
Inggris menegaskan, Putin tidak dapat dibiarkan menahan pasokan makanan dunia sebagai konsekuensi dari invasinya. Putin, kata mereka, harus meringankan krisis pangan global dengan segera mengakhiri perangnya di Ukraina dan memungkinkan Ukraina mengekspor gandumnya.
 
"Sanksi Inggris dan Barat tidak menghalangi ekspor biji-bijian. Sanksi yang dikenakan pada Rusia karena invasi mereka bukanlah penyebab kerawanan pangan dan harga - tidak ada sanksi G7 yang menargetkan ekspor makanan dan pupuk Rusia ke negara ketiga atau negara berkembang, dan Rusia mengekspor biji-bijian dalam jumlah yang sama banyaknya seperti tahun-tahun sebelumnya," pungkas mereka.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif