Jenderal Sergei Surovikin (kiri) ditarik dari Ukraina dan digantikan Kepala Staf Umum Valery Gerasimov. Foto: AFP
Jenderal Sergei Surovikin (kiri) ditarik dari Ukraina dan digantikan Kepala Staf Umum Valery Gerasimov. Foto: AFP

Tentara Bayaran Kuasai Wilayah di Ukraina, Rusia Copot Jenderal Tertinggi

Fajar Nugraha • 12 Januari 2023 06:59
Kyiv: Rusia memerintahkan jenderal utamanya untuk mengambil alih invasinya yang goyah ke Ukraina. Ini merupakan perombakan terbesar dari struktur komando militernya yang tidak berfungsi setelah berbulan-bulan mengalami kemunduran di medan perang.
 
Itu terjadi karena Yevgeny Prigozhin, kepala perusahaan militer swasta Rusia, Wagner mengatakan, pasukannya telah merebut semua kota pertambangan Soledar di Ukraina timur dan menewaskan sekitar 500 tentara Ukraina setelah pertempuran sengit.
 
"Saya ingin mengonfirmasi pembebasan penuh dan pembersihan wilayah Soledar dari unit tentara Ukraina. Unit Ukraina yang tidak mau menyerah dihancurkan," katanya dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Seluruh kota dipenuhi mayat tentara Ukraina," kata Prigozhin, sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin.
 
Baca: Tentara Bayaran Rusia Klaim Berhasil Tundukkan Kota Soledar di Ukraina.

 
Beberapa menit sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengolok-olok klaim Wagner sebelumnya yang telah merebut sebagian Soledar, dengan mengatakan pertempuran masih berlangsung.
 
"Negara teroris dan para propagandisnya berusaha berpura-pura bahwa bagian dari kota kami Soledar adalah semacam milik Rusia," ucapnya dalam sebuah pidato video.
 
"Tapi pertempuran berlanjut. Teater operasi Donetsk sedang berlangsung,” imbuh Zelensky.
 
Tidak ada komentar Ukraina langsung pada pernyataan terbaru Wagner.
 
Dalam pernyataan terpisah di Facebook, staf umum militer Ukraina mengatakan, pasukan Rusia menderita kerugian besar saat mereka mencoba merebut Soledar dan memutus jalur pasokan Ukraina.
 
Rusia telah berjuang untuk memperkuat kontrol atas kota tambang garam, yang akan menjadi keuntungan terbesar Rusia sejak Agustus setelah serangkaian mundur sebelum serangan balasan Ukraina di timur dan selatan.
 
Wagner termasuk di antara sejumlah pasukan semi-otonom Rusia dengan profil medan perangnya yang tinggi. Mereka menjadi perhatian setelah lebih dari 10 bulan perang, telah menggarisbawahi ketidakefektifan militer inti Rusia dalam invasi yang diperkirakan akan selesai dalam beberapa hari.
 
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu telah menunjuk Kepala Staf Umum Valery Gerasimov sebagai komandan pasukan untuk "operasi militer khusus" di Ukraina.
 
Langkah tersebut tidak hanya membuat Gerasimov secara langsung bertanggung jawab atas nasib kampanye tersebut, tetapi juga pada dasarnya menurunkan pangkat Jenderal Sergei Surovikin, yang dijuluki "Jenderal Armageddon" oleh media Rusia karena kekejamannya yang terkenal.
 
Sebuah pernyataan Kementerian Pertahanan mengatakan, perombakan dimaksudkan untuk meningkatkan kontak antara berbagai cabang militer dan "kualitas dan efektivitas" dari struktur komando.
 
Mathieu Boulegue dari think-tank Chatham House di London mengatakan bahwa dalam menggeser Gerasimov, Putin dapat mencoba meningkatkan ‘kontrol manual’ atas manajemen perang dan membelokkan kritik dari ultra-nasionalis pro-perang di dalam dan di luar Kremlin termasuk Prigozhin.

Kelompok pro-perang Rusia tidak terkesan

"Jumlahnya tidak berubah, hanya dengan mengubah tempat bagian-bagiannya," tulis seorang blogger militer terkemuka yang memposting di aplikasi pesan Telegram dengan nama Rybar.
 
Dia mengatakan Surovikin, seorang veteran kampanye Rusia di Chechnya dan Suriah, dijadikan korban untuk serangkaian bencana militer Rusia baru-baru ini. Hal tersebut termasuk serangan Ukraina terhadap barak Rusia di kota Makiivka yang menewaskan sedikitnya 89 tentara Rusia, pada Tahun Baru.
 
Surovikin diangkat sebagai komandan medan perang utama Rusia di Ukraina Oktober lalu setelah serangan Ukraina yang mengubah gelombang perang dan menarik perhatian pada pelatihan, peralatan, dan moral yang buruk di antara pasukan Rusia.
 
Soledar akan menjadi batu loncatan dalam dorongan Moskow untuk merebut seluruh kawasan industri Donbas timur Ukraina.
 
Sebelum pernyataan terbaru Wagner, Kremlin berhenti mengklaim kemenangan dan mengakui banyak korban.
 
"Jangan terburu-buru, mari kita tunggu pernyataan resmi. Ada dinamika positif yang sedang berlangsung," kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov.
 
Sementara situasi di Soledar tidak dapat diverifikasi secara independen. Tetapi dalam beberapa hari terakhir mengatakan banyak penduduk telah melarikan diri di sepanjang jalan ke luar kota dalam cuaca yang sangat dingin.
 
Seorang fotografer mengatakan, asap terlihat mengepul di atas kota dan tembakan artileri yang datang tanpa henti, dan ambulans sedang menunggu untuk menerima yang terluka di jalan dari Soledar ke Bakhmut.
 
Rusia telah menargetkan Soledar sebagai platform untuk menyerang kota terdekat Bakhmut, yang telah bertahan selama berbulan-bulan melawan serangan Rusia dan merupakan pusat jalur pasokan di timur Ukraina.
 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif