"Sejauh ini kami secara resmi memiliki 50 orang yang sayangnya kehilangan nyawa dan (jenazah mereka) telah diserahkan kepada kerabat mereka," kata Menteri Dalam Negeri Remigio Ceballos kepada saluran televisi lokal, memperbarui jumlah korban sebelumnya sebanyak 43 orang.
Hujan deras yang tidak biasa pada hari Sabtu telah menyebabkan sungai besar dan beberapa aliran air meluap di Las Tejerias, sebuah kota berpenduduk sekitar 50.000 orang yang terletak di pegunungan dekat Caracas.
Hujan menyebabkan semburan lumpur yang menghanyutkan mobil, bagian dari rumah, bisnis dan kabel telepon, dan menebang pohon besar.
“Sekitar 3.200 orang telah dikerahkan untuk membantu upaya penyelamatan dan pembersihan di kota itu,” kata Ceballos, seperti dikutip AFP, Jumat 14 Oktober 2022.
Presiden Nicolas Maduro mengatakan awal pekan ini bahwa jumlah korban dari bencana alam terburuk Venezuela dalam beberapa dekade kemungkinan akan mencapai 100.
Para ahli mengatakan, badai itu diperparah oleh fenomena cuaca musiman La Nina yang mencengkeram wilayah tersebut. Ditambah lagi dengan efek dari Badai Julia, yang merenggut sedikitnya 26 nyawa di Amerika Tengah dan menyebabkan kerusakan parah.
Venezuela yang dilanda krisis tidak asing dengan badai musiman, tetapi ini adalah yang terburuk sepanjang tahun ini setelah tingkat hujan bersejarah yang menyebabkan lusinan kematian lainnya dalam beberapa bulan terakhir.
Maduro telah bersumpah untuk membangun kembali "setiap" rumah dan bisnis yang hancur akibat tanah longsor.
"Las Tejerias akan bangkit seperti burung phoenix, Las Tejerias akan terlahir kembali," pungkas Maduro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News