Presiden AS Joe Biden saat berbincang dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Gedung Putih. Foto: AFP/Brendan Smialowski.
Presiden AS Joe Biden saat berbincang dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Gedung Putih. Foto: AFP/Brendan Smialowski.

Untuk Akhiri Konflik Ukraina, Biden: Saya dengan Senang Hati Duduk Bersama Putin

Marcheilla Ariesta • 02 Desember 2022 08:25
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengaku siap berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri konflik di Ukraina. Namun, ia menekankan pemimpin Rusia belum menunjukkan kemauan.
 
"Ada satu cara untuk mengakhiri perang ini, cara rasional, agar Putin menarik diri dari Ukraina," kata Biden saat konferensi pers dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, dilansir dari Anadolu Agency, Jumat, 2 Desember 2022.
 
"Dia tampaknya tidak akan melakukan itu. Dia membayar harga yang sangat mahal karena gagal melakukannya, dia menimbulkan pembantaian yang luar biasa dan luar biasa pada penduduk sipil Ukraina," lanjut Biden.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Biden mengatakan, dia 'tidak memiliki rencana segera' untuk berbicara dengan mitranya dari Rusia. Namun, jika Putin memutuskan tertarik untuk mengakhiri konflik, Biden dengan senang hati menerimanya.
 
"Saya akan dengan senang hati duduk bersama Putin untuk melihat apa yang ada dalam pikirannya," ungkapnya.
 
"Dia belum melakukan itu. Sementara itu, saya pikir itu sangat penting - apa yang dikatakan Emmanuel - kita harus mendukung rakyat Ukraina. Gagasan Putin akan pernah mengalahkan Ukraina tidak dapat dipahami," tambah Biden.
 
Komentar itu muncul saat Biden menghormati Macron dengan kunjungan kenegaraan pertama selama hampir dua tahun masa kepresidenannya. Kedua pemimpin membahas berbagai topik, termasuk perang di Ukraina, perdagangan, dan energi.
 
Baca juga: Zelensky: Rusia Tak Akan Berhenti Menyerang Hingga Rudalnya Habis

Mengenai Ukraina, Macron mengatakan, "Prancis tidak akan pernah mendesak orang Ukraina untuk membuat kompromi yang tidak dapat diterima oleh mereka, karena mereka sangat berani, dan mereka justru membela hidup mereka, bangsa mereka, dan prinsip kita."
 
"Kami harus menghormati Ukraina untuk memutuskan saat dan kondisi di mana mereka akan bernegosiasi tentang wilayah dan masa depan mereka," katanya.
 
Mengenai perdagangan, para pemimpin membahas undang-undang iklim yang baru-baru ini disahkan, mencakup insentif untuk pembuatan teknologi energi bersih AS yang telah menjadi fokus kekhawatiran di Eropa dan Prancis.
 
Biden mengakui apa yang disebutnya "gangguan" dalam Undang-Undang Pengurangan Inflasi senilai USD360 miliar, dengan mengatakan hal itu pasti akan terjadi dalam tagihan pengeluaran yang begitu besar. Presiden mengatakan dia "tidak meminta maaf" atas undang-undang tersebut, tetapi berjanji untuk bekerja dengan Macron dan para pemimpin Eropa lainnya agar meredakan kekhawatiran mereka.
 
"Kami kembali berbisnis. Eropa kembali berbisnis. Dan kami akan terus menciptakan lapangan kerja manufaktur di Amerika, tetapi tidak dengan mengorbankan Eropa," tambahnya.
 
Macron mengatakan AS dan Prancis akan "menyinkronkan kembali" pendekatan mereka. "Semua untuk mengklarifikasi tujuan kami dan melanjutkan bersama. Diskusi yang kami lakukan pagi ini sangat jelas," ujarnya.
 
"Kami akan bekerja pada elemen teknis untuk memastikan tidak ada efek domino pada proyek yang sedang berlangsung di Eropa. Kami ingin sukses bersama tidak satu sama lain," tambahnya.
 
Para presiden mengatakan, dalam sebuah pernyataan yang dirilis setelah pertemuan tertutup mereka bahwa Prancis dan AS menantikan kerja satuan tugas bilateral yang akan memeriksa Undang-Undang Pengurangan Inflasi.
 
"Supaya lebih memperkuat kemitraan AS-UE dalam energi bersih dan iklim melalui cara-cara yang saling menguntungkan," kata pernyataan itu.
 
Biden dan ibu negara Jill Biden juga akan menjamu Macron dan istrinya saat makan malam kenegaraan di Gedung Putih Kamis malam waktu setempat.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(AHL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif