Pendukung Donald Trump mendobrak masuk ke Gedung Capitol pada 6 Januari 2021. Foto: AFP
Pendukung Donald Trump mendobrak masuk ke Gedung Capitol pada 6 Januari 2021. Foto: AFP

FBI Peringatkan Adanya ‘Protes Bersenjata’ Pada Pelantikan Joe Biden

Internasional joe biden Pelantikan Joe Biden Inagurasi Joe Biden Pendukung Trump Rusuh
Surya Perkasa • 12 Januari 2021 06:05
Washington: Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat (FBI) menerima informasi yang menunjukkan ‘protes bersenjata’ sedang direncanakan di semua 50 gedung DPR daerah negara bagian dan Capitol AS di Washington. Protes ini dilakukan pada hari-hari menjelang pelantikan Presiden terpilih Joe Biden pada 20 Januari 2021.
 
"Protes bersenjata sedang direncanakan di semua 50 gedung DPR negara bagian dari 16 Januari hingga setidaknya 20 Januari, dan di Gedung Capitol dari 17 Januari hingga 20 Januari," pernyatan buletin FBI, seperti dikutip CNN, Selasa 12 Januari 2021.
 
Buletin, yang diedarkan setelah perusuh menyerbu Capitol AS pekan lalu, juga menunjukkan adanya ancaman ‘pemberontakan’ jika Presiden Donald Trump disingkirkan melalui Amandemen ke-25 sebelum hari pelantikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pada 8 Januari, FBI menerima informasi tentang kelompok teridentifikasi yang meminta orang lain untuk bergabung dengan mereka di gedung pengadilan dan gedung administrasi negara bagian, lokal dan federal, dan federal jika POTUS (Presiden AS) dicopot sebagai Presiden sebelum Hari Pelantikan,” sebut buletin FBI itu.
 
“Kelompok yang teridentifikasi ini adalah juga berencana untuk 'menyerbu' kantor pemerintah termasuk di District of Columbia dan di setiap negara bagian, terlepas dari apakah negara bagian itu memberikan suara elektoral untuk Biden atau Trump, pada 20 Januari, "tambah buletin itu.
 
“Selain itu, FBI melacak laporan tentang berbagai ancaman untuk merugikan Presiden Terpilih Biden menjelang pelantikan presiden. Laporan tambahan menunjukkan ancaman terhadap Wakl Presiden terpilih (Kamala) Harris dan Ketua DPR (Nancy) Pelosi," tambahnya.
 
Seruan untuk protes baru di Washington dan negara bagian di seluruh negeri membuat penegak hukum bersiap untuk kemungkinan kekerasan dalam beberapa hari mendatang setelah perusuh menyerbu Gedung Capitol AS pekan lalu yang menewaskan lima orang, termasuk seorang petugas Kepolisian Capitol.
 
Seorang pejabat Departemen Keamanan Dalam Negeri mengatakan kepada CNN bahwa pihak berwenang sedang mempersiapkan personel tambahan untuk membantu mengamankan ibu kota negara dalam beberapa hari mendatang.  Mereka menilai penyerangan di Gedung Capitol akan mempertajam tanggapan dan perencanaan pelantikan.
 
“Penyerangan itu terjadi, orang-orang akan menganggapnya jauh lebih serius. Sekarang, para perencana, mereka semua akan menanggapinya dengan lebih serius,” kata pejabat itu, merujuk pada kekerasan pekan lalu.
 
Wali Kota Washington Muriel Bowser pada Senin mendesak warga Amerika untuk menghindari kota tersebut selama pelantikan Biden minggu depan dan untuk berpartisipasi secara virtual setelah serangan teror domestik yang mematikan minggu lalu di Capitol AS.
 
Jenderal Daniel Hokanson, Kepala Biro Garda Nasional menegaskan bahwa Garda Nasional memiliki rencana untuk menempatkan hingga 15.000 pasukannya untuk memenuhi permintaan pelantikan saat ini dan di masa mendatang.
 
Peningkatan dramatis pasukan terjadi ketika penegakan hukum di ibu kota negara dan di seluruh negeri bersiap untuk kekerasan ekstremis lebih lanjut di tengah transisi kekuasaan.
 
Berbicara pada konferensi pers pada Senin, Wali Kota Bowser, seorang politikus Partai Demokrat menekankan bahwa dia prihatin dengan lebih banyak lagi aktor kekerasan yang berpotensi datang ke kota menjelang pelantikan, dengan mengatakan, "Jika saya takut pada sesuatu, itu untuk demokrasi kita. Karena kami memiliki faksi yang sangat ekstrim di negara kami yang bersenjata dan berbahaya."
 
"Trumpisme tidak akan mati pada 20 Januari," kata Bowser, yang telah meminta Trump dan penjabat Menteri Keamanan Dalam Negeri Chad Wolf untuk mengumumkan deklarasi pra-bencana untuk Washington.
 
(SUR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif