Dalma sebuah pesan video, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memuji peran UNESCO dalam mendorong dialog dan rasa saling memahami.
"Di tengah momen kesenjangan berskala besar, krisis iklim, polarisasi, dan pandemi global, peran UNESCO menjadi lebih penting dari sebelumnya dalam memulihkan kepercayaan dan solidaritas untuk memastikan akses terhadap pendidikan bagi semua, mendorong keragaman budaya, dan menyetir kemajuan teknologi demi kebaikan bersama," tutur Guterres, dilansir dari Xinhua, Sabtu, 13 November 2021.
Ia menambahkan, pekerjaan yang dilakukan UNESCO telah membuktikan pentingnya kerangka kerja inklusif dan multilateralisme yang menghadirkan keuntungan nyata bagi semua orang di dunia.
Audrey Azoulay, direktur jenderal baru UNESCO, mengatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya dibentuk "berdasarkan tekad kuat, bahwa perdamaian harus dicapai di bawah fondasi intelektual dan solidaritas moral kemanusiaan."
Azoulay menyoroti peran UNESCO dalam berbagai isu global, termasuk sebagai "alat esensial" dalam memerangi pandemi Covid-19.
Oktober lalu, Indonesia memberikan lima masukan kepada UNESCO agar Rancangan Strategi Jangka Menengah UNESCO implementatif dan dirasakan manfaatnya untuk masyarakat Indonesia.
Duta Besar (Dubes), Arrmanatha Nasir menekankan urgensi UNESCO untuk turut serta menjadi bagian dari solusi dunia dalam menjawab tantangan multidimensional. Khususnya sektor-sektor yang menjadi mandat kerja UNESCO.
Baca: Di Paris, Indonesia Sampaikan 5 Masukan untuk UNESCO
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News