Presiden AS Joe Biden (kanan) berbicara dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di sela-sela KTT NATO di Brussels, Belgia pada Senin, 14 Juni 2021. (Olivier Matthys / POOL / AFP)
Presiden AS Joe Biden (kanan) berbicara dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di sela-sela KTT NATO di Brussels, Belgia pada Senin, 14 Juni 2021. (Olivier Matthys / POOL / AFP)

Biden Sebut Pertemuannya dengan Erdogan Positif dan Produktif

Internasional Amerika Serikat nato turki joe biden Recep Tayyip Erdogan
Willy Haryono • 15 Juni 2021 11:00
Brussels: Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Brussels, Belgia pada Senin kemarin. Keduanya melontarkan optimisme usai pertemuan, meski tidak ada terobosan apapun terkait isu-isu yang selama ini dipertentangan kedua negara.
 
"Kami telah melakukan pertemuan yang positif dan produktif," kata Biden dalam sebuah konferensi pers, dilansir dari laman NTD News pada Selasa, 15 Juni 2021.
 
"Tim kami akan melanjutkan diskusi, dan saya yakin kami akan segera mencapai kemajuan nyata antara Turki dan Amerika Serikat," sambungnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Senada dengan Biden, Erdogan juga menyebut pertemuannya dengan presiden AS sebagai sesuatu yang "produktif dan jujur." Meski mengakui negaranya berselisih paham atas beberapa isu, Erdogan menilai semua itu masih dapat diselesaikan di masa mendatang.
 
"Area-area kerja sama di antara kami lebih banyak ketimbang masalah-masalah yang ada," ungkap Erdogan.
 
Terlepas dari optimisme keduanya, AS maupun Turki yang sama-sama merupakan anggota NATO tidak menyuguhkan detail apapun mengenai cara memulihkan hubungan kedua negara. Keduanya juga tidak memaparkan langkah-langkah yang dapat diambil untuk menurunkan ketegangan.
 
Dalam beberapa tahun terakhir, AS mengecam aktivitas Turki di laut Mediterania Timur, intervensi dalam perang Suriah dan Libya, serta pembelian sistem misil S-400 dari Rusia. AS menjatuhkan sanksi kepada Turki atas pembelian S-400.
 
Hubungan kedua negara semakin memburuk usai Biden mengakui pembantaian warga Armenia oleh Kekaisaran Ottoman di tahun 1915 sebagai genosida.
 
Baca:  Erdogan Cenderung Diam Jelang Pertemuan dengan Biden
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif