Deretan peti mati berisi korban meninggal akibat covid-19 di Ekuador. Foto: AFP
Deretan peti mati berisi korban meninggal akibat covid-19 di Ekuador. Foto: AFP

Kondisi Ekuador Parah Akibat Covid-19, Mayat Tergeletak di Jalan

Marcheilla Ariesta • 20 April 2020 16:57
Guayaquil: Ekuador merupakan salah satu negara terparah yang terkena dampak dari virus korona (covid-19). Kota pelabuhan Guayaquil di Ekuador menjadi wilayah terparah di Amerika Latin dalam pandemi ini.
 
Layanan kesehatannya kewalahan dan ratusan mayat dibiarkan tak terkubur. Bahkan, tak jarang ada yang tergeletak di jalanan.
 
Tingkat tes covid-19 di sana terbilang cukup rendah. BBC melaporkan, kemungkinan masih banyak kasus yang tidak dilaporkan.

Awal bulan ini, pihak medis Ekuador mengatakan mereka kehabisan peti mati. Sehingga jenazah korban covid-19 banyak yang dimasukkan ke dalam kotak kardus sebelum dikuburkan.
 
Bahkan sejumlah keluarga terpaksa membawa jenazah kerabat mereka ke rumah karena tidak sempat dikuburkan.
 
Pemerintah kota pelabuhan di Pasifik itu menyatakan, mereka menerima donasi 1.000 kotak kardus, dan bakal meneruskannya ke dua pemakaman. Dilansir dari The Guardian, juru bicara pemerintah Guayaquil menerangkan, mereka harus memenuhi permintaan karena harga peti mati sangat mahal, dan mereka mulai kekurangan.
 
Pernyataan pemerintah senada dengan Santiago Olivares, pemilik jaringan rumah duka yang mengaku kesusahan memenuhi pesanan peti mati.
 
“Pemberlakuan jam malam selama 15 jam turut andil menghambat pasokan bahan baku peti seperti kayu dan besi,” ujar Olivares, seperti dikutip dari BBC, Senin, 20 April 2020.
 
Kantor wali kota dalam kicauannya di Twitter menyatakan, peti kardus itu akan memberi pemakaman yang layak bagi korban covid-19.
 
Per hari ini, 20 April 2020, jumlah pasien terinfeksi covid-19 di Ekuador mencapai 9.468 orang. Jumlah kematian di negara itu mencapai 474 jiwa.
 

Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini ( https://www.medcom.id/corona).

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan