Kandidat capres Partai Demokrat Joe Biden. (Foto: AFP)
Kandidat capres Partai Demokrat Joe Biden. (Foto: AFP)

Joe Biden Bantah Pernah Lecehkan Asisten di Masa Lalu

Internasional Pilpres AS 2020
Willy Haryono • 02 Mei 2020 09:30
Washington: Kandidat calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden, membantah pernah melakukan pelecehan seksual terhadap mantan asistennya, Tara Reade, sekitar 30 tahun lalu. "Saya tegaskan bahwa hal itu tidak pernah terjadi," ungkap Biden dalam wawancara di sebuah televisi pada Jumat 1 Mei.
 
Dilansir dari BBC, Sabtu 2 Mei 2020, Biden menyerukan pencarian terhadap arsip-arsip di Senat mengenai catatan apapun mengenai keluhan Reade kepada dirinya di masa lalu. Sementara gugatan kriminal yang dilayangkan Reade baru dilayangkan ke kepolisian AS bulan lalu.
 
Dalam gugatan pada April lalu, Reade mengaku sebagai korban kejahatan seksual tanpa menyebutkan nama Biden. Ia mengaku mengajukan gugatan "hanya untuk alasan keamanan" karena statuta limitasi atas klaimnya terkait pelecehan seksual telah kedaluwarsa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pernyataan terbaru Biden disampaikan Partai Demokrat dalam Morning Joe, sebuah acara di saluran televisi MSNBC. Reade pernah bekerja sebagai asisten Biden dari 1992 hingga 1993, saat pria yang pernah menjadi pendamping Barack Obama itu masih menjabat senator negara bagian Delaware.
 
Reade, kini berusia 56 tahun, mengaku pernah didorong Biden hingga menempel tembok di gedung Kongres. Kala itu, Biden dituding memasukkan tangannya ke bawah rok Reade.
 
"Saya ingat dia pernah berkata, 'apakah kamu ingin pindah ke tempat lain?' dan dia mengucapkan kata-kata lagi saat saya berusaha menjauh, 'Ayolah, saya dengar kamu suka kepada saya,'" ujar Reade kepada pembawa acara podcast, Katie Halper, pada Maret lalu.
 
"Kata-kata itu selalu berada di benak saya," sambung Reade.
 
Reade mengatakan catatan karier Biden selama 36 tahun sebagai senator akan meliputi bukti mengenai pelecehan seksual. Ia mengaku yakin ada catatan bahwa dirinya pernah mengadu ke atasannya mengenai perilaku Biden.
 
Catatan tersebut berada di Universitas Delaware, yang mengaku tidak akan merilis dokumen apapun hingga dua tahun usai Biden meninggalkan kehidupan publik.
 
Sejauh ini, Biden merupakan satu-satunya penantang petahana Donald Trump dalam pemilihan umum Presiden yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.
 

(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif