Kanselir Jerman Angela Merkel sebut belum ada izin penggunaan vaksin Sputnik V. Foto: AFP
Kanselir Jerman Angela Merkel sebut belum ada izin penggunaan vaksin Sputnik V. Foto: AFP

Kanselir Jerman: Belum Ada Izin Penggunaan Vaksin Sputnik V

Internasional Virus Korona jerman Angela Merkel covid-19 vaksin covid-19 Vaksin Sputnik V
Fajar Nugraha • 27 April 2021 11:07
Berlin: Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa belum ada rencana untuk memberikan persetujuan untuk penggunaan vaksin Sputnik V di Jerman. Vaksin itu merupakan vaksin covid-19 buatan Rusia.
 
Kanselir Merkel mengatakan 'masih ada pertanyaan yang belum terjawab' tentang vaksin Sputnik. Berlin akan menunggu persetujuan regulator obat Eropa, European Medicines Agency (EMA).
 
“Soal Sputnik V, vaksin Rusia, masih ada pertanyaan yang belum terjawab. Yang penting bagi kami adalah persetujuan dari EMA (European Medicines Agency),” kata Merkel di Berlin setelah pertemuannya dengan perdana menteri dari 16 negara bagian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dokumennya belum cukup untuk mendapat persetujuan. Tergantung kapan persetujuan ini diberikan, masuk akal untuk membeli sesuatu dari Sputnik V atau tidak,” imbuh Merkel, seperti dikutip Anadolu, Selasa 27 April 2021.
 
Pernyataan Merkel muncul setelah Jerman berencana membeli 30 juta dosis vaksin Sputnik V. Perdana Menteri negara bagian Saxony Michael Kretschmer melakukan perjalanan ke Moskow minggu lalu untuk melakukan pembicaraan dengan pemerintah Rusia untuk membeli suntikan.
 
“Jerman ingin membeli hingga 30 juta dosis Sputnik V musim panas ini. Dengan asumsi bahwa regulator obat Eropa menyetujui suntikan tersebut,” menurut Kretschmer.
 
Menteri Kesehatan Jens Spahn telah berjanji bahwa setiap orang di Jerman, negara berpenduduk 83 juta, dapat ditawari vaksin pada bulan Juni. Sejauh ini sekitar 25,4 juta dosis vaksin telah diberikan, dengan 5,96 juta orang telah divaksinasi penuh.

Vaksin untuk Indonesia

Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
 
"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
 
Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
 

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif