Ia mengaku mengubah keputusannya usai menerima opini medis kedua.
"Mereka mengkaji kembali studi mengenai saya, dan menyimpulkan bahwa saya memiliki cukup antibodi sehingga untuk saat ini tidak perlu menerima vaksinasi," kata Lopez Obrador, dikutip dari laman Yeni Safak pada Selasa, 6 April 2021.
Pada 24 Januari lalu, sang presiden mengumumkan kepada publik Meksiko bahwa dirinya terinfeksi Covid-19. Kala itu, ia mengalami beberapa gejala ringan tanpa adanya komplikasi berbahaya.
Vaksinasi Covid-19 terhadap warga Meksiko berusia di atas 60 tahun telah dimulai bulan lalu. Otoritas kesehatan Meksiko menargetkan sebagian besar orang lanjut usia di seantero negeri sudah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19 hingga akhir April ini.
Rabu kemarin, Lopez Obrador mengumumkan bahwa dirinya akan divaksinasi pekan mendatang. Ia mengaku sedang menanti giliran sesuai rekomendasi sekelompok tenaga medis.
"Saya akan divaksinasi pekan mendatang," ucap pria 67 tahun itu. "Saya tidak akan memberi tahu lokasinya, karena saya tidak mau membuat kerumunan," sambungnya.
Namun kurang dari sepekan, Lopez Obrador mengubah keputusan itu. Ia mengatakan bahwa dirinya memiliki antibodi alami karena sudah pernah terjangkit Covid-19.
Kendati begitu, ia tidak menutup kemungkinan mengenai vaksinasi Covid-19 jika nantinya akan ada rekomendasi lebih lanjut dari otoritas kesehatan Meksiko.
Berdasarkan data terbaru situs pemantau Johns Hopkins University pada Selasa ini, total kasus Covid-19 di Meksiko telah melampaui 2,2 juta.
Baca: Revisi Angka Kematian Covid-19, Meksiko Naik ke Posisi 2 Dunia
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News