Kapal Moskva tenggelam pada Kamis, 14 April, setelah terjadinya ledakan dan kebakaran. Ukraina mengeklaim penenggelam Moskva, namun Rusia menyebut penyebabnya adalah ledakan amunisi kapal.
Di kantor pos pusat ibu kota, Kiev, ratusan masyarakat Ukraina dari segala usia terlihat antre berjam-jam pada Jumat kemarin. Mereka ingin mendapatkan setidaknya satu dari sekitar sejuta prangko Moskva yang sudah dicetak.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Kapal itu adalah kapal terbesar mereka… Mereka bertaruh banyak untuknya dan kami menghancurkannya!" kata Yury Kolesan, 22, yang menunggu dua setengah jam untuk mendapatkan 30 prangko. "Ini adalah fase baru dari perang, satu kemenangan!"
Baca: Rusak Berat Diduga Akibat Serangan Ukraina, Kapal Perang Rusia Tenggelam
Moskva sempat menjadi sorotan karena sejak awal invasi Rusia yang berlangsung pada 24 Februari. Kru Moskva sempat meminta sekelompok penjaga perbatasan Ukraina untuk menyerah, namun seruan tersebut tidak digubris.
Kejadian tersebut menjadi viral di seluruh dunia, dan dijadikan Ukraina sebagai simbol perlawanan terhadap Rusia.
Bulan lalu, layanan pos Ukraina menyelenggarakan kompetisi untuk mengilustrasikan peristiwa terkait Moskva tersebut.
Lebih dari 500 ilustrasi dikirimkan. Seniman Lviv, Boris Groh, memenangkan kompetisi dengan ilustrasi tentara Ukraina yang mengacungkan jari tengah ke arah kapal Rusia.
Gambar itu pun dicetak menjadi prangko dan habis terjual di kantor pos. Selang beberapa waktu, prangko itu muncul lagi dan dijual secara daring.
"Kami ingin mencetak lebih banyak, tetapi pengeboman tadi malam di Kiev memengaruhi pekerjaan pabrik, dan kami tidak berhasil mencetak jumlah yang diperlukan," kata Igor Smelyansky dari kantor pos Ukraina kepada AFP.
Seorang pejabat senior Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) pada hari Jumat kemarin mengatakan, dua rudal Neptunus milik Ukraina telah menghantam Moskva. Ini merupakan konfirmasi pertama AS yang menyatakan tenggelamnya kapal disebabkan serangan Ukraina, bukan kesalahan teknis seperti klaim Rusia.
Menurut keterangan seorang pejabat AS, data intelijen menunjukkan adanya korban jiwa ketika Moskva terkena serangan. Jumlah korban tidak diketahui.
Ia menyebut ada beberapa pelaut Rusia yang selamat dari serangan tersebut. Mereka kemudian terlihat dijemput oleh sekoci. (Kaylina Ivani)