Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres saat berkunjung ke Kiev. Foto: AFP
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres saat berkunjung ke Kiev. Foto: AFP

Kunjungan Sekjen PBB ke Kiev Disambut dengan Tembakan Rudal Rusia

Internasional ukraina rusia Sekjen PBB Volodymyr Zelensky Perang Rusia-Ukraina
Marcheilla Ariesta • 29 April 2022 07:45
Kiev: Rusia menembakkan dua rudal ke Kiev pada Kamis, 28 April, selama kunjungan Sekretaris Jenderal PBB  (Sekjen PBB) Antonio Guterres. Pejabat Ukraina mengatakan, serangan roket Moskow menghantam bangunan tempat tinggal.
 
"Sedikitnya, tiga orang terluka," kata Wali Kota Kiev, Vitali Klitschko dilansir dari Channel News Asia, Jumat, 29 April 2022.
 
Awal bulan ini, Rusia menarik pasukan penyerbunya dari dekat Kiev setelah gagal merebut kota itu. Sejak itu, Kiev menjadi tuan rumah kunjungan pejabat tinggi dari Amerika Serikat (AS) dan sekutu Eropanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, ledakan pada Kamis kemarin terdengar setelah Guterres menyelesaikan pembicaraan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Hal ini menyoroti kekhawatiran bahwa Kiev masih tetap rentan terhadap persenjataan berat Rusia.
 
"Ada serangan di Kiev, itu mengejutkan saya bukan karena saya di sini, tapi Kiev adalah kota suci bagi Ukraina dan Rusia," seru Guterres.
 
Tidak ada komentar langsung dari Rusia tentang ledakan itu. Zelensky mengatakan, serangan itu membuktikan tidak boleh menurunkan kewaspadaan.
 
"Kita tidak boleh berpikir bahwa perang telah berakhir," sambung Zelensky.
 
Diskusi Guterres dengan Zelensky sebagian terfokus pada evakuasi pejuang Ukraina dan warga sipil yang bersembunyi di pabrik baja di kota tenggara Mariupol yang terkepung, target utama Rusia di wilayah Donbas timur.
 
Presiden Rusia Vladimir Putin pada prinsipnya menyetujui keterlibatan PBB dan Palang Merah dalam mengevakuasi pabrik selama pembicaraan terpisah di Moskow dengan Guterres pada Selasa lalu. Namun, pejabat Ukraina khawatir Rusia ingin menangkap mereka yang terperangkap di dalam, tuduhan yang dibantah Moskow.
 
Pihak Barat percaya pertempuran untuk Mariupol dan wilayah timur dan selatan lainnya dapat menentukan hasil perang. Pasukan Rusia sekarang bercokol di timur, di mana separatis yang didukung Moskow telah menguasai beberapa wilayah sejak 2014, dan juga menguasai wilayah selatan yang mereka rebut pada Maret.
 
Staf umum Ukraina mengatakan Rusia meningkatkan serangan militernya di Donbas.
 
"Musuh meningkatkan kecepatan operasi ofensif. Penjajah Rusia mengerahkan tembakan intens di hampir semua arah," pungkasnya.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif