Ukraina klaim meluncurkan serangan yang tewaskan 400 tentara Rusia./AFP
Ukraina klaim meluncurkan serangan yang tewaskan 400 tentara Rusia./AFP

Ukraina Klaim 400 Tentara Rusia Tewas dalam Serangan Rudal di Donetsk, Benarkah?

Marcheilla Ariesta • 02 Januari 2023 21:48
Kyiv: Ukraina mengatakan, sekitar 400 tentara Rusia tewas dalam serangan rudal di wilayah Donetsk yang tengah diduduki. Namun, Moskow membantah angka tersebut dan mengaku tentara mereka yang tewas dalam ledakan itu berjumlah 63 orang.
 
Serangan itu menghantam sebuah gedung di kota Makiivka, tempat pasukan Rusia diperkirakan ditempatkan. Sementara itu, di Kyiv, serangan udara terdengar pada Minggu malam, saat gelombang serangan terbaru dari Rusia terus berlanjut.
 
Daniil Bezsonov, seorang pejabat senior yang didukung Rusia di wilayah pendudukan Donetsk, sebelumnya mengatakan rudal itu menghantam Makiivka dua menit setelah tengah malam pada Hari Tahun Baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pukulan besar diberikan kepada sekolah kejuruan. Ada yang tewas dan terluka," katanya, dilansir dari BBC, Senin, 2 Januari 2023.
 
Meskipun akses ke wilayah yang dikuasai Rusia dibatasi, sejumlah komentator dan blogger Rusia mengakui serangan itu - tetapi menyatakan jumlahnya lebih rendah dari yang diklaim.
 
Namun Igor Girkin, seorang komentator pro-Rusia, mengatakan ratusan orang tewas dan terluka, meski jumlah pastinya masih belum diketahui karena masih banyak yang hilang. "Bangunan itu sendiri hampir hancur total," sambungnya.
 
Baca juga: Rusia Kembali Serang Ukraina, Targetkan Infrastruktur Kritis
 
Dia menambahkan bahwa para korban sebagian besar adalah pasukan yang dimobilisasi - yaitu, wajib militer baru-baru ini, daripada mereka yang memilih untuk berperang. Menurutnya, amunisi disimpan di gedung yang sama dengan tentara, membuat kerusakan semakin parah.
 
"Hampir semua peralatan militer juga hancur, yang berdiri tepat di samping gedung tanpa penyamaran apapun," ungkap Girkin.
 
Girkin adalah seorang blogger militer terkenal, yang memimpin separatis yang didukung Rusia ketika mereka menduduki sebagian besar Ukraina timur pada 2014. Dia baru-baru ini dinyatakan bersalah atas pembunuhan atas perannya dalam penembakan pesawat MH17.
 
Terlepas dari sikapnya yang pro-Rusia, dia secara teratur mengkritik kepemimpinan militer Rusia dan taktik mereka.
 
Menurut militer Ukraina, 300 orang terluka selain sekitar 400 tewas.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif