Jared Kushner bersama dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto: AFP
Jared Kushner bersama dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto: AFP

Menantu Trump: Ada Negara Arab Lain Buka Hubungan dengan Israel

Internasional uni emirat arab israel UEA-Israel
Fajar Nugraha • 14 Agustus 2020 15:56
Washington: Menantu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Jared Kushner mengatakan ada negara Arab lain yang kemungkinan akan membuka hubungan dengan Israel. Namun dia tidak menjelaskan apa negara terseut.
 
Kushner yang juga menjabat sebagai penasihat senior Presiden AS Donald Trump mengatakan, dalam beberapa hari ke depan kesepakatan baru itu akan muncul.
 
"Ada peluang bagus bahwa negara lain bisa membuat kesepakatan dengan Israel dalam beberapa hari mendatang,” ujar Kushner, seperti dikutip Middle East Eye, Jumat 14 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, seorang pejabat AS yang tidak dikenal mengatakan kepada surat kabar Al Quds bahwa hanya menunggu waktu sebelum Bahrain dan Oman mengikuti dan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.
 
Pejabat itu mengutip keputusan Bahrain untuk menjadi tuan rumah pengungkapan rencana Timur Tengah pemerintahan Trump tahun lalu. Sedangkan Oman bisa dilihat dari hubungan perdagangan sebelumnya dengan Israel.
 
Israel dan Oman setuju untuk membuka kantor perwakilan perdagangan pada 1990-an, tetapi pada 2000 mereka menutupnya setelah pecahnya intifada Palestina kedua.
 
Presiden Donald Trump tidak menyebutkan salah satu negara saat berbicara dengan wartawan pada Kamis, tetapi menyarankan lebih banyak terobosan diplomatik mungkin muncul antara Israel dan negara-negara di kawasan itu.
 
"Hal-hal terjadi yang tidak bisa saya bicarakan," kata Trump.
 
Tanda-tanda hubungan yang menghangat antara Israel dan UEA telah lama terlihat. Pada Mei, penerbangan komersial langsung pertama dari UEA mendarat di Tel Aviv. Sementara pada Juni, UEA dan Israel mengumumkan mereka akan bermitra untuk mengatasi virus korona, yang selanjutnya menunjukkan peningkatan aktivitas antara kedua negara.
 
Menurut Trump, delegasi dari Israel dan UEA diperkirakan akan bertemu di Gedung Putih untuk upacara penandatanganan dalam tiga minggu. Mereka diharapkan menandatangani perjanjian bilateral tentang penerbangan langsung, keamanan, telekomunikasi, dan masalah lainnya.
 
Otoritas Palestina dengan tegas mengutuk perjanjian itu sebagai "pengkhianatan terhadap Yerusalem, Al-Aqsa dan perjuangan Palestina”. Sementara seorang juru bicara Hamas mengatakan UEA pada dasarnya telah ‘menikam’ rakyat Palestina dari belakang.

 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif