Pangeran Harry diizinkan mengenakan seragam militer saat menjaga peti Ratu Elizabeth. Foto: AFP
Pangeran Harry diizinkan mengenakan seragam militer saat menjaga peti Ratu Elizabeth. Foto: AFP

Polemik Larangan Mengenakan Seragam Militer untuk Pangeran Harry Berakhir

Medcom • 16 September 2022 17:02
London: Duke of Sussex atau Pangeran Harry akan menggunakan seragam militer saat dia melakukan pengawalan pada peti neneknya, Ratu Elizabeth II, bersama dengan sepupunya. 
 
Dirinya akan diberikan dispensasi khusus untuk mengenakan seragamnya setelah Duke of York (Pangeran Andrew) diberitahu bahwa dia dapat melakukan hal yang sama sebagai tanda penghormatan terakhir dengan sikap personal. 
 
Raja, Putri Anne, Pangeran Andrew dan Pangeran Edward akan menyusun penjagaan mereka pada Jumat, pukul 7.30 malam, dengan berdiri dalam keheningan di empat sisi podium untuk peti mayat Sang Ratu di Westminster Hall, Inggris.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebanyak delapan cucu mendiang Ratu, Prince of Wales (Pangeran William), Duke of Sussex, Peter Phillips, Zara Tindall, Putri Beatrice dan Eugenie, Lady Louise Windsor dan James, Viscount Severn dilaporkan akan membentuk penjaga kehormatan mereka sendiri pada Sabtu sore. 

Akal Sehat Telah Menang

Keputusan 180 derajat untuk memperbolehkan Harry, keluarga kerajaan yang tidak bertugas, untuk memakai seragam militer untuk acara tersebut dikatakan dibuat setelah pegawai istana campur tangan demi diri Harry.
 
“Akal sehat telah menang. Itu adalah situasi yang lucu, mengingat Duke of Sussex telah melayani negeri ini dan merupakan anggota dari Pasukan Bersenjata yang sangat dihormati dengan semua yang ia lakukan terhadap veteran. Sungguh penting cucu-cucu Ratu merasa diterima dan nyaman saat mereka sama-sama berkabung terhadap kematian nenek mereka tercinta,” ujar salah satu sumber dari kerajaan, seperti yang dikutip dari laman Yahoo News, pada Jumat, 16 September 2022.
 
Selain itu, sumber kerajaan tersebut juga mengonfirmasi bahwa keputusan ini dibuat dari campur tangan Pangeran Harry, yang sudah siap memakai apapun yang neneknya sudah rencanakan.
 
Memang, diumumkan awal pekan ini bahwa bangsawan yang telah mengabdi kepada angkatan darat dan dua perjalanan ke Afghanistan itu, akan ditolak haknya untuk dapat mengenakan seragam di semua acara resmi selama masa berkabung.
 
“Dia (Harry) akan memakai setelan pagi selama acara berlangsung untuk menghormati neneknya,bersikeras bahwa masa-masa selama dia melakukan pelayanan militernya tidak ditentukan dari seragam yang dirinya kenakan,” ujar juru bicara Harry.
 
Dalam upacara kenegaraan pada Senin, baik Duke of Sussex dan Duke of York akan menggunakan setelan pagi.
 
Sementara itu status mereka sebagai keluarga kerajaan yang  tidak bertugas secara brutal ditekankan minggu mereka karena mereka dilarang untuk melakukan pemberian hormat kerajaan saat prosesi dari Istana Buckingham menuju Kastil Westminster. Mereka berjalan dengan setelan jas, sementara lainnya mengenakkan seragam militer lengkap.
 
Pada Senin, Raja dan tiga saudaranya, melakukan penjagaan pertama mereka di peti mati Sang Ratu. Mereka pun berjalan berdampingan menuju lorong Katedral Santo Giles sebelum akhirnya berpisah, masing-masing dari mereka memilih pihak untuk menghormati ibu mereka. 
 
Memilih untuk tidak memegang pegang, mereka berdiri dengan tangan dan mata menunduk, dengan punggung mereka menghadap ke peti mati. Dari situ jugalah, Putri Anne juga menjadi wanita pertama untuk ambil bagian dalam penjagaan semacam itu.
 
Saat anggota masyarakat mengantri selama 12 jam untuk memberikan penghormatan terakhir mereka, banyak yang menyatakan kekaguman saat mereka melihat ada bangsawan di tengah-tengah mereka.
 
Pada Jumat, sekali lagi banyak orang yang menemukan diri mereka memberikan penghormatan terakhir bersama raja. Sementara pada Sabtu, yang lainnya akan lebih terkejut menemukan diri mereka berada di antara rombongan cucu dari mendiang Ratu, termasuk pewaris takhta kerajaan.
 
Kedua penjagaan ini nantinya akan menandakan tugas resmi terakhir bagi anak dan cucu mendiang ratu di depan umum sebelum pemakaman pada Senin 19 September 2022. (Gabriella Carissa Maharani Prahyta)
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif