Vaksin Covid-19 buatan Johnson & Johnson. (Joseph Prezioso / AFP)
Vaksin Covid-19 buatan Johnson & Johnson. (Joseph Prezioso / AFP)

AS Lanjutkan Penggunaan Vaksin Johnson & Johnson

Willy Haryono • 27 April 2021 09:07
Washington: Sejumlah negara bagian di Amerika Serikat melanjutkan penggunaan vaksin Covid-19 buatan Johnson & Johnson setelah regulator mencabut penangguhannya pekan kemarin. Namun kepercayaan publik terhadap vaksin yang hanya membutuhkan satu dosis tersebut relatif rendah.
 
Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengumumkan pencabutan penangguhan vaksin Johnson & Johnson pada Jumat kemarin. Kedua agensi mengatakan vaksin tersebut aman untuk digunakan di kalangan orang dewasa.
 
Melalui kajian keamanan, FDA dan CDC menyatakan bahwa manfaat vaksin Johnson & Johnson "melampaui" risik-risikonya di kalangan warga berusia 18 tahun ke atas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penangguhan pemakaian vaksin Johnson & Johnson diterapkan pada 13 April, usai munculnya enam laporan kasus pembekuan darah. Keenam kasus muncul dari individu yang menerima vaksin tersebut.
 
"Kami sudah tidak lagi merekomendasikan penangguhan penggunaan vaksin ini," kata Direktur CDC Rochelle Walensky, dilansir dari laman Xinhua pada Selasa, 27 April 2021.
 
"Berdasarkan analisis mendalam, ada kemungkinan kaitan (antara vaksin Johnson & Johnson dan pembekuan darah), namun risikonya sangat rendah," sambung dia.
 
Baca:  Johnson & Johnson akan Lanjutkan Distribusi Vaksin di Eropa
 
Sejak pernyataan FDA dan CDC, sejumlah negara bagian AS pun memberikan lampu hijau untuk kelanjutan penggunaan vaksin Johnson & Johnson. Namun sebuah survei terbaru memperlihatkan bahwa kepercayaan publik terhadap vaksin tersebut menurun akibat terjadinya penangguhan.
 
Menurut survei ABC News/Washington Post, kurang dari separuh total populasi di AS memandang vaksin Johnson & Johnson sebagai produk yang aman. Sekitar seperlima dari jumlah tersebut bersedia menerima vaksin Johnson & Johnson, namun sisanya menolak atau ragu.
 
Jika dibandingkan dengan merek lain, sekitar 7 dari 10 warga AS mengaku siap jika divaksinasi dengan vaksin Pfizer-BioNTech atau Moderna.

Vaksin untuk Indonesia

Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
 
"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
 
Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
 
 
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif