Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah rapat kabinet di Ankara pada Senin, 5 Oktober 2020. (Adem Altan/AFP)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah rapat kabinet di Ankara pada Senin, 5 Oktober 2020. (Adem Altan/AFP)

Erdogan Kecam Pandangan Macron soal Sekularisme dan Islam

Internasional turki prancis Emmanuel Macron Recep Tayyip Erdogan
Willy Haryono • 07 Oktober 2020 14:04
Ankara: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam keras Presiden Emmanuel Macron yang bertekad melindungi nilai-nilai sekularisme Prancis dari elemen radikal Islam. Menurut Erdogan, pernyataan Macron merupakan sebuah "provokasi terbuka" terhadap Muslim.
 
Ini merupakan kali ketiga jajaran petinggi Turki mengkritik dan mengecam Macron terkait pidatonya pekan lalu. Dalam pidatonya di Paris, Macron berencana "membebaskan komunitas Islam di Prancis dari pengaruh-pengaruh asing."
 
Macron mendeskripsikan Islam sebagai "agama yang saat ini sedang berada dalam krisis di seluruh dunia," tak hanya Prancis. Ia mengatakan pemerintah Prancis akan menghadirkan sebuah undang-undang terbaru pada Desember mendatang untuk memperkuat UU tahun 1905 yang memisahkan urusan agama dengan kenegaraan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Melalui UU terbaru, Macron bertekad meningkatkan pengawasan terhadap sekolah bernuansa agama. Ia juga ingin aliran dana dari luar negeri ke masjid-masjid di Prancis diawasi secara ketat.
 
"Pernyataan Macron bahwa 'Islam sedang berada dalam krisis' adalah provokasi terbuka yang sangat tidak menghormati (umat Muslim)," kata Erdogan dalam sebuah pidato di televisi.
 
"Siapa Anda, berbicara seperti itu mengenai struktur Islam?" sambungnya, dikutip dari laman France 24 pada Rabu, 7 Oktober 2020.
 
Baca:Turki Tuding Presiden Prancis Dukung Islamofobia
 
Sebelumnya Erdogan dan Macron sudah bersitegang mengenai beragam hal, mulai dari hak maritim di laut Mediterania bagian timur hingga konflik di Libya dan juga pertempuran Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh.
 
Erdogan menyarankan kepada Macron untuk "lebih menjaga ucapan saat berbicara mengenai isu-isu yang tidak ia ketahui."
 
"Kami berharap ia bisa bertindak seperti negarawan, bukan gubernur era kolonial," lanjut Erdogan.
 
Turki adalah negara mayoritas Muslim, namun menerapkan nilai-nilai sekuler dalam menjalankan pemerintahannya.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif