Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto: AFP
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto: AFP

Dirjen WHO: Jangan Anggap Bahwa Pandemi Covid-19 Capai Akhir

Fajar Nugraha • 25 Januari 2022 08:04
Jenewa: Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan bahwa berbahaya untuk mengasumsikan varian Omicron akan menandai akhir dari fase paling akut covid-19. Dia mendesak negara-negara untuk tetap fokus untuk mengalahkan pandemi.
 
"Berbahaya untuk berasumsi bahwa Omicron akan menjadi varian terakhir dan bahwa kita berada di akhir permainan," ujar Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada pertemuan Dewan Eksekutif WHO pada 24 Januari 2022.
 
"Sebaliknya, secara global kondisinya ideal untuk lebih banyak varian yang muncul,” imbuhnya, seperti dikutip AFP, Selasa 25 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada pertemuan Dewan Eksekutif WHO, Tedros dan para ahli lainnya membahas tentang pandemi dua tahun yang telah menewaskan hampir 6 juta orang.
 
Meskipun Omicron telah membuat total kasus melonjak hingga hampir 350 juta, dampaknya yang kurang mematikan. Selain itu meningkatnya prevalensi vaksin, telah menyebabkan optimisme di beberapa bagian bahwa pandemi terburuk mungkin telah berlalu.
 
Tedros -,pimpinan WHO pertama dari Afrika yang mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua,- mendesak disiplin dan persatuan dalam memerangi virus korona.
 
“Pandemi covid-19 sekarang memasuki tahun ketiga dan kita berada pada titik kritis,” katanya dalam konferensi pers sebelumnya.
 
"Kita harus bekerja sama untuk mengakhiri fase akut pandemi ini. Kita tidak bisa membiarkannya terus berlarut-larut, bergerak di antara kepanikan dan kelalaian,” imbuh Tedros.
 
“Negara-negara harus memaksimalkan strategi dan alat yang sudah tersedia, seperti pengujian dan inokulasi, agar darurat kesehatan global berakhir tahun ini,” katanya.
 
Kampanye Tedros untuk masa jabatan kedua mendapat dorongan ketika WHO mengesampingkan keputusan atas permintaan negara asalnya, Ethiopia, untuk menyelidiki tuduhan terkait dengan pasukan pemberontak.
 
Dia mengatakan, kepada anggota dewan bahwa dia sedang mencari perombakan model pendanaan badan tersebut, dengan Jerman sekarang menjadi donor terbesar, menggantikan Washington yang menuduh WHO bias pro-Tiongkok di bawah pemerintahan mantan Presiden Donald Trump.
 
Amerika Serikat menolak proposal pembiayaan yang akan membuat badan kesehatan PBB lebih mandiri. Hal itu jelas menimbulkan keraguan tentang dukungan jangka panjang pemerintahan Biden.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif