Ratusan demonstran berkumpul di depan Gedung Majelis Nasional di Belgrade, Serbia. (Foto: ANDREJ ISAKOVIC/AFP)
Ratusan demonstran berkumpul di depan Gedung Majelis Nasional di Belgrade, Serbia. (Foto: ANDREJ ISAKOVIC/AFP)

Demo Menentang Pembatasan Covid-19 Berlanjut di Serbia

Willy Haryono • 12 Juli 2020 18:04
Belgrade: Aksi protes menentang langkah-langkah pembatasan terkait pandemi virus korona (covid-19) yang diterapkan Pemerintah Serbia berlanjut ke hari kelima pada Sabtu 11 Juli. Demonstrasi tersebut, yang dimulai pada Selasa malam di Belgrade, kini menyebar ke beberapa kota besar lainnya seperti Nis, Kragujevac, dan Novi Sad.
 
Pengunjuk rasa memenuhi jalanan Serbia usai Presiden Aleksandar Vucic mengumumkan penerapan kembali jam malam dan beberapa aturan lainnya untuk meminimalisasi penyebaran covid-19.
 
Gedung Majelis Nasional di Belgrade menjadi episentrum aksi protes. Ratusan pengunjuk rasa beramai-ramai mendatangi gedung dan meneriakkan yel-yel kecaman terhadap pemerintah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para pedemo di Nis mencoba memblokade jalan raya yang menghubungkan kota tersebut dengan Belgrade. Namun polisi berhasil mencegah hal tersebut. Sebagian pedemo tetap berunjuk rasa, dan mencoba menawarkan bunga kepada petugas keamanan.
 
"Kita berasal dari negara yang sama. Tolong turunkan perisai Anda," ucap demonstran kepada polisi antihuru-hara Serbia.
 
Novi Sad juga pernah menjadi lokasi unjuk rasa. Koordinator mengatakan aksi protes tidak akan digelar pada Minggu ini, namun warga diperbolehkan mengikuti unjuk rasa yang berlangsung di Belgrade.
 
Aksi protes serupa juga berlangsung di kota Krusevac, Cacak, Vranje, dan Zrenjanin.
 
Sebelumnya, Vucic mengaku tidak khawatir jika harus kehilangan kekuasaan di tengah demonstrasi. Gelombang aksi protes kali ini merupakan yang paling intens sejak tergulingnya pemimpin Serbia Slobodan Miloseciv pada 2000.
 
Alih-alih takut kehilangan kekuasaan, Vucic mengaku hanya khawatir aksi protes massa ini dapat memperburuk penyebaran covid-19.
 
"Merupakan hal yang tidak bertanggung jawab untuk mengajak orang berunjuk rasa saat kita sedang menghadapi virus korona," kata Vucic kepada awak media saat berkunjung ke Prancis.
 
"Saya mohon kepada semua masyarakat, tolong jaga kesehatan kita semua. Tidak ada orang yang bisa mengambil kekuasaan melalui kekuatan. Kekuasaan bisa didapat melalui pemilihan umum. Anda semua dapat berunjuk rasa sepuasnya saat epidemi ini berakhir," ungkap Vucic.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif