Marina Ovsyannikova, jurnalis Rusia yang menentang perang di Ukraina dikabarkan ditahan. Foto: AFP
Marina Ovsyannikova, jurnalis Rusia yang menentang perang di Ukraina dikabarkan ditahan. Foto: AFP

Jurnalis Rusia Penentang Perang di Ukraina Dijatuhi Hukuman Tahanan Rumah

Medcom • 18 Agustus 2022 19:07
Moskow: Akhir minggu lalu, Pengadilan Rusia memerintahkan mantan jurnalis televisi, Marina Ovsyannikova ditempatkan di bawah tahanan rumah selama hampir dua bulan. Keputusan diberikan sambil menunggu investigasi lebih lanjut dan kemungkinan persidangan atas tuduhan menyebarkan informasi palsu mengenai militer Rusia.
 
Marina Ovsyannikova didakwa atas keterlibatannya dalam penggelaran protes di jalan pada bulan lalu, ketika dia memegang sebuah spanduk yang bertuliskan “(Presiden Rusia, Vladimir) Putin adalah pembunuh. Tentaranya fasis (otoriter). 352 orang anak-anak telah terbunuh (di Ukraina). Berapa banyak lagi anak-anak yang harus meninggal agar Anda berhenti?”
 
“Jika ia terbukti bersalah, Ovsyannikova akan menghadapi hukuman 10 tahun penjara di bawah undang-undang baru yang mempenalisasi pernyataannya terhadap militer Rusia. Undang-undang tersebut diberlakukan tidak lama setelah invasi Rusia ke Ukraina,” dilansir dari Market Watch, Kamis, 18 Agustus 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam persidangan yang berlangsung pada hari Selasa, Ovsyannikova mengangkat poster yang bertuliskan “Biarkan anak-anak yang terbunuh tersebut menggentayangi mimpimu di malam hari”. Ia pertama kali menjadi berita utama internasional pada 14 Maret lalu, ketika ia menggelar protes dalam siaran langsung terhadap Invasi Moskow di Ukraina.
 
“Anda tahu, Marina menjadi sandera akibat hati nuraninya dan cintanya terhadap anak-anak,” sebut pengacaranya, Dmitry Zakhbatov, setelah sidang.
 
“Ia tidak bisa tenang karena anak-anak terlibat di sini, dan ia tidak bisa tinggal diam lantaran ia mencari tawanan akibat hati nuraninya sendiri,” ucap Zakhvatov.
 
“Sebagai seorang ibu, ia tidak bisa diam. Ia melihat apa yang tengah terjadi  saat ini dan itu yang membuatnya berani buka suara,” imbuhnya.
 
Pada Maret, Ovsyannikova muncul di balik siaran malam Channel One news sambil memegang poster “Berhentikan perang, jangan percaya dengan propaganda, mereka membohongi kalian semua”. Ia berhenti dari pekerjaannya di stasiun TV tersebut, dan didakwa meremehkan militer Rusia dan dikenakan denda sebesar 30.000 rubel atau sekitar Rp7,4 juta.
 
Setelah berhenti dari pekerjaannya, Ovsyannikova menjadi semacam aktivis, menggelar protes anti-perang dan memberikan pendapatnya kepada publik terkait konflik yang tengah terjadi.
 
Ia dikenakan denda dua kali lagi dalam beberapa minggu terakhir lantaran ia meremehkan tindakan militer dalam tulisan kritisnya di Facebook dan juga komentar yang ia buat dalam pengadilan ketika pihak oposisi aktivis juga dituduh dan ditahan atas penyebaran informasi palsu mengenai militer Rusia. 
 
Menurut Net Freedoms, kelompok bantuan hukum tengah berfokus pada kasus kebebasan berpendapat, pada hari Rabu, setidaknya ditemukan 79 kasus atas tuduhan penyebaran informasi yang salah yang berhubungan dengan militer dan lebih dari 4.000 kasus administratif atas tuduhan meremehkan angkatan bersenjata. (Gracia Anggellica)
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif