Kepala Kepolisian Minneapolis Medaria Arradondo meninggalkan Hennepin County Government Center usai menghadiri persidangan Derek Chauvin pada 5 April 2021. (Stephen Maturen / Getty / AFP)
Kepala Kepolisian Minneapolis Medaria Arradondo meninggalkan Hennepin County Government Center usai menghadiri persidangan Derek Chauvin pada 5 April 2021. (Stephen Maturen / Getty / AFP)

Kepala Kepolisian Minneapolis Sebut Derek Chauvin Langgar Kebijakan

Internasional amerika serikat rasisme rasisme as Kematian George Floyd
Willy Haryono • 06 April 2021 08:31
Minneapolis: Kepala Kepolisian Minneapolis ikut bersaksi dalam persidangan Derek Chauvin, polisi kulit putih yang dituduh membunuh pria kulit hitam George Floyd. Menurut Medaria Arradondo, cara Chauvin menahan Floyd tidak sesuai dengan pelatihan dan "jelas-jelas bertentangan dengan kode etik."
 
Arradondo telah memecat Chauvin dan tiga polisi lainnya, beberapa hari usai Floyd dinyatakan meninggal pada akhir Mei 2020. Chauvin menjalani sidang pembunuhan, dan sejauh ini membantah semua dakwaan.
 
Video yang memperlihatkan Chauvin menindih leher Floyd dengan lutut telah memicu aksi protes masif di seantero Amerika Serikat dan sejumlah negara lain. Banyak orang menilai aksi yang dilakukan Chauvin merupakan kejahatan bermotif rasisme.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Senin kemarin menandai hari keenam berlangsungnya persidangan Chauvin di Minneapolis yang dijadwalkan berlangsung selama lebih kurang satu bulan.
 
Baca:  Polisi Senior Kecam Derek Chauvin dalam Sidang Kasus George Floyd
 
Tim kejaksaan, yang berusaha membuktikan Chauvin melakukan pelanggaran berujung kematian, memfokuskan pertanyaan mereka ke panduan dan strategi kepolisian yang selama ini diajarkan kepada seluruh personel.
 
Kepada pengadilan, Arradondo menilai Floyd tidak seharusnya ditahan dengan cara ditindih dengan lutut setelah dirinya tak lama melawan. "Itu tidak boleh dilakukan, apalagi saat ia sudah jelas-jelas berada dalam kondisi darurat."
 
Ia menyebut Chauvin, 45, tetap menggunakan metode penahanan dengan lutut meski Floyd sudah tidak lagi responsif dan bahkan terlihat tak bergerak sama sekali.
 
"Hal seperti itu sama sekali tidak ada dalam pelatihan kami, dan jelas-jelas melanggar kode etik dan nilai-nilai yang selama ini kami junjung," ungkap Arradondo, dikutip dari laman BBC pada Selasa, 6 April 2021.
 
Selain itu, Arradondo juga mengatakan bahwa jajarannya selama ini sangat jarang menahan seorang individu yang diduga menggunakan uang palsu seperti dalam kasus Floyd.
 
"Menyelesaikan sebuah situasi dengan berbicara selalu jauh lebih baik ketimbang menggunakan kekuatan," tutur Arradondo.
 
Pengacara Chauvin, Eric Nelson, sejauh ini masih menyatakan kliennya tidak bersalah. Ia pernah mengatakan bahwa metode penahanan Chauvin memang "tidak menarik tapi diperlukan."
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif