Pedemo yang berupaya masuk ke ruangan di gedung DPRD Michigan, Amerika Serikat (AS). Foto: AFP
Pedemo yang berupaya masuk ke ruangan di gedung DPRD Michigan, Amerika Serikat (AS). Foto: AFP

Pedemo Bersenjata di AS Tuntut Lockdown di Michigan Dicabut

Arpan Rahman • 01 Mei 2020 15:04
Michigan: Para demonstran, termasuk beberapa membawa senjata, memasuki gedung DPRD di negara bagian Michigan, Amerika Serikat pada Kamis. Mereka menuntut gubernur asal Partai Demokrat mencabut perintah penguncian ketat (lockdown) virus korona.
 
Beberapa anggota parlemen dilaporkan mengenakan rompi antipeluru. Sementara puluhan demonstran memadati lobi gedung di Lansing, di mana mereka menuntut agar diizinkan masuk ke dalam ruangan DPRD (House Chamber).
 
Polisi negara bagian, mengenakan topeng, menghalangi mereka masuk.  Tampaknya tidak ada pedemo yang mengenakan masker.

"Tepat di atas saya, orang-orang dengan senapan meneriaki kami," tweet Senator Dayna Polehanki bersama dengan foto yang menunjukkan empat pria, setidaknya satu di antaranya tampak membawa senjata.
 
"Beberapa kolega saya yang memiliki rompi antipeluru sedang memakainya. Saya tidak pernah menghargai Satpam kami lebih dari hari ini," lanjutnya, dikutip dari Daily Telegraph, Jumat 1 Mei 2020.
 
Lebih banyak pengunjuk rasa terlihat di luar membawa rambu-rambu, termasuk yang menggambarkan Gubernur Gretchen Whitmer sebagai Adolf Hitler.
 
Demonstrasi, dijuluki American Patriot Rally, diselenggarakan oleh sebuah kelompok yang menyebut dirinya Michigan United for Liberty.
 
"Kami tidak setuju dengan atau menyetujui hak-hak kami yang tidak dapat dicabut, dibatasi atau dibatalkan karena alasan apa pun, termasuk pandemi covid-19," kata kelompok itu di laman Facebook pribadinya, di mana ia memiliki lebih dari 8.800 anggota.
 
"Kami percaya bahwa setiap orang Amerika dan setiap Michigander (warga Michigan) memiliki hak untuk bekerja demi mendukung keluarga kami, untuk bepergian dengan bebas, untuk berkumpul untuk ibadat keagamaan dan untuk tujuan lain, untuk berkumpul dalam protes pemerintah kami dan untuk mengarahkan perawatan medis kami sendiri," tegasnya.
 
Protes itu terjadi sehari setelah pengadilan Michigan memutuskan bahwa arahan tinggal di rumah yang dikeluarkan oleh Whitmer pada 24 Maret tidak melanggar hak konstitusional warga, menurut laporan media setempat.
 
Ini kali kedua bulan ini pengunjuk rasa menuntut Whitmer mencabut pembatasan kuncian di negara bagian itu, yang telah menyebabkan lebih dari 3.500 orang terbunuh oleh virus corona, menurut penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins.
 
Pada 16 April sekitar 3.000 pengunjuk rasa, beberapa dari mereka juga bersenjata, turun ke Lansing untuk "Operasi Gridlock," menyebabkan kemacetan lalu lintas besar di sekitar gedung ibu kota.
 
Sehari kemudian Trump muncul untuk memberikan dukungannya kepada mereka dan menyebarkan protes di tempat lain, tweeting "BEBASKAN MICHIGAN!"
 
Whitmer, yang namanya muncul sebagai calon wakil presiden untuk calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, mengabaikan protes itu, mengatakan kepada CNN bahwa "OK untuk marah."
 
"Saya sudah mengatakannya sebelumnya, dan saya akan mengatakannya lagi: Michigan adalah tempat yang luar biasa untuk hidup karena orang-orang yang menyebutnya rumah. Ada jutaan Michiganders melakukan bagian mereka untuk memperlambat penyebaran covid-19 setiap satu dari kita akan menyelesaikan ini bersama-sama," cuitnya Kamis malam, tanpa mengomentari langsung protes.
 
Terlepas dari demonstrasi tersebut, penanganan Whitmer terhadap krisis virus telah dibalas dengan tanggapan yang umumnya baik.
 
Berdasarkan data dari Universitas Johns Hopkins Jumat 1 Mei 2020, kasus positif covid-19 secara global tercatat 3.257.996 jiwa. Angka kematian berada di 233.429 orang sedangkan pasien yang sembuh mencapai 1.014.931 orang.
 
Sementara di AS, kasus positif covid-19 sudah menyentuh angka 1.070.026 jiwa. Adapun korban tewas telah mencapai 63.019 dan warga yang sembuh mencapai 153.947 orang.
 

 

Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan