Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto: AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto: AFP

Zelensky Peringatkan Serangan Rusia Terhadap Infrastruktur Energi

Fajar Nugraha • 07 November 2022 18:41
Kyiv: Pemadaman listrik dialami di Ukraina dan pemerintah menyalahkan pada Rusia, yang dikatakan telah melakukan serangan untuk merampas kekuasaan penduduk. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan lebih banyak potensi serangan Rusia ke arah infrastruktur energi negaranya.
 
Para pejabat setempat mendesak penduduk di Ibu Kota Kyiv untuk mempertimbangkan membuat rencana untuk pergi karena serangan yang sedang berlangsung mengancam pasokan listrik.
 
“Rusia sedang mengkonsentrasikan kekuatan dan sarana untuk kemungkinan pengulangan serangan massal terhadap infrastruktur kita. Pertama-tama, energi,” ujar Zelensky pada Minggu 6 November 2022, seperti dikutip AFP Senin 7 November 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Lebih dari 4,5 juta konsumen sudah tanpa listrik,” kata Zelensky, di tengah kekhawatiran dukungan untuk penyebab Ukraina dapat goyah karena dampak perang terhadap energi dan harga pangan bertahan hingga musim dingin.
 
Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan, yang melakukan perjalanan ke Kyiv pada Jumat dan menjanjikan dukungan ‘tak tergoyahkan’ Washington untuk Ukraina, telah mengadakan pembicaraan yang dirahasiakan dengan para pejabat Rusia yang dirancang untuk menghindari eskalasi lebih lanjut, Wall Street Journal melaporkan pada Minggu.
 
Berita tentang kontak itu muncul setelah sebuah laporan mengatakan Washington mendesak Kyiv untuk memberi sinyal keterbukaan untuk pembicaraan dengan Rusia.
 
Penasihat Presiden Mykhailo Podolyak mengatakan sebelumnya di Twitter bahwa Ukraina akan "berdiri" meskipun ada serangan Rusia terhadap infrastruktur energinya, menambahkan bahwa ini akan dilakukan dengan menggunakan pertahanan udara, melindungi infrastruktur, dan mengoptimalkan konsumsi.
 
“Ukraina menghadapi defisit 32 persen dalam proyeksi pasokan listrik Senin,” papar Sergei Kovalenko, CEO YASNO, pemasok utama energi ke ibu kota, mengatakan di halaman Facebook-nya.
 
Peringatan itu menyusul pernyataan Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko yang mendesak warga untuk "mempertimbangkan segalanya" termasuk skenario terburuk di mana ibu kota kehilangan listrik dan air.
 
Menurut mantan petinju itu, warga harus mempertimbangkan untuk tinggal bersama teman atau keluarga di luar kota.
 
Di selatan, Rusia dan Ukraina terus bertukar tuduhan saat kemajuan Ukraina berlanjut di kota selatan Kherson. Reuters tidak dapat segera memverifikasi akun medan perang dari kedua sisi.
Yaroslav Yanushevych, Gubernur wilayah Kherson, mengatakan pasukan Rusia menghancurkan sekitar 1,5 km kabel listrik, memutus pasokan listrik ke kota Beryslav.
 
“Kemungkinan tidak akan ada listrik di Beryslav sampai sepenuhnya dibebaskan dari pendudukan,” tulis Yanushevych di aplikasi perpesanan Telegram, menambahkan bahwa saluran listrik yang mengarah ke Kherson juga telah dihancurkan.
 
Kantor berita Rusia, TASS melaporkan pada Minggu bahwa bendungan Nova Kakhovka yang dikuasai Rusia di Ukraina, di hulu Kherson di sungai Dnipro, rusak akibat serangan oleh pasukan Ukraina. Laporan tersebut tidak memberikan bukti untuk mendukung tuduhan tersebut.
 
TASS mengutip seorang perwakilan layanan darurat yang mengatakan bahwa sebuah roket yang diluncurkan oleh sistem rudal HIMARS buatan AS telah mengenai kunci bendungan dan menyebabkan kerusakan. Pejabat yang dikutip mengatakan, “itu adalah upaya untuk menciptakan kondisi untuk bencana kemanusiaan dengan melanggar bendungan”.
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif