Presiden terpilih AS Joe Biden. (AFP)
Presiden terpilih AS Joe Biden. (AFP)

Biden Sebut Trump Mempermalukan Warga AS di Seluruh Dunia

Internasional amerika serikat joe biden donald trump Pelantikan Joe Biden Inagurasi Joe Biden Pendukung Trump Rusuh
Willy Haryono • 09 Januari 2021 15:03
Delaware: Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden mengaku senang bahwa petahana Donald Trump menolak menghadiri acara pelantikan pada 20 Januari mendatang. Menurut Biden, Trump memang tak perlu datang karena ia merupakan tokoh yang telah mempermalukan AS.
 
Pernyataan Biden disampaikan dua hari usai sekelompok massa pendukung Trump menerobos masuk Gedung Capitol di Washington DC. Lima orang tewas dalam bentrokan peristiwa tersebut.
 
"Dia adalah tokoh yang telah mempermalukan negara ini. Ia juga telah membuat kami semua yang ada di seluruh dunia merasa malu. Dia tidak pantas memegang jabatan (presiden)," kata Biden dalam sebuah konferensi pers di Delaware, dilansir dari laman Mehr News Agency pada Sabtu, 9 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Trump dianggap tidak layak sebagai presiden karena sering mengeluarkan berbagai pernyataan serta hasutan kontroversial. Dalam penyerbuan ke Gedung Capitol pada Rabu lalu, Trump menyebut massa yang menerobos masuk sebagai "patriot."
 
Pence mengecam keras sikap Trump, yang dinilainya sangat tidak bertanggung jawab. Sejumlah politisi, bahkan dari Partai Republik, juga mengecam sikap Trump tersebut.
 
Berbeda dengan Trump, Wakil Presiden AS Mike Pence terindikasi akan datang dalam acara pelantikan Biden. Biden pun mengapresiasi hal tersebut, dan mengaku akan menerima kedatangan Pence.
 
"Mike, sang wakil presiden, dipersilakan datang. Kami akan merasa terhormat dengan kehadirannya di sana, demi melanjutkan proses transisi ini," tutur Biden.
 
Acara pelantikan Biden dijadwalkan berlangsung di Washington pada 20 Januari mendatang. Karena adanya pandemi virus korona (covid-19), Biden tidak akan menggelar pelantikan berskala besar, dan beberapa rangkaian acara bahkan berlangsung secara virtual.
 
Biden dan wakil presidennya, Kamala Harris, mengaku sedang fokus mempersiapkan berbagai kebijakan untuk memerangi pandemi covid-19 sekaligus memulihkan perekonomian negara.
 
Sementara itu di gedung Kongres, Partai Demokrat berencana mengajukan pemakzulan Trump untuk kali kedua. Pada 2019, DPR AS telah memakzulkan Trump meski pada akhirnya terhalang penolakan Senat.
 
Baca:  Demokrat akan Coba Makzulkan Lagi Donald Trump
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif