Dewan Keamanan PBB (DK PBB) keluarkan pernyataan mengenai situasi di Ukraina. Foto: AFP
Dewan Keamanan PBB (DK PBB) keluarkan pernyataan mengenai situasi di Ukraina. Foto: AFP

DK PBB Pertama Kalinya Capai Konsensus Keluarkan Pernyataan Terkait Ukraina

Internasional ukraina rusia Rusia-Ukraina DK PBB Perang Rusia-Ukraina
Fajar Nugraha • 08 Mei 2022 06:36
New York: Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk pertama kalinya mencapai konsensus mengeluarkan pernyataan mengenai Ukraina. Pernyataan ini turut didukung oleh Rusia.
 
Pernyataan pertama sejak invasi Rusia pada 24 Februari menghindari penggunaan kata-kata 'perang', 'invasi', atau 'konflik'.
 
Rilis pernyataan pertama ini tentang invasi Rusia ke Ukraina pada Februari, mendukung upaya Sekretaris Jenderal Antonio Guterres untuk menemukan “solusi damai” untuk krisis tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pernyataan Dewan Keamanan disetujui melalui konsensus. Teks singkat yang diadopsi pada Jumat disusun oleh Norwegia dan Meksiko.
 
"Dewan Keamanan menyatakan keprihatinan mendalam mengenai pemeliharaan perdamaian dan keamanan Ukraina," kata pernyataan itu, seperti dikutip AFP, Minggu 8 Mei 2022.
 
“Dewan Keamanan mengingatkan bahwa semua Negara Anggota telah melakukan, di bawah Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, kewajiban untuk menyelesaikan perselisihan internasional mereka dengan cara damai,” imbuh pernyataan itu.
 
“Dewan Keamanan menyatakan dukungan kuat untuk upaya Sekretaris Jenderal dalam mencari solusi damai,” bunyi pernyataan itu, yang juga meminta Guterres memberi pengarahan kepada dewan lagi ‘pada waktunya’.
 
Guterres, yang bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pekan lalu, menyambut baik dukungan dewan tersebut pada Jumat. Dia mengatakan bahwa akan “berusaha untuk menyelamatkan nyawa, mengurangi penderitaan dan menemukan jalan perdamaian”.
 
Ditanya apa yang membuat Rusia -,yang merupakan anggota tetap dewan dan memiliki hak veto,- untuk menyetujui teks terbaru, seorang diplomat mengatakan kepada kantor berita AFP, dengan syarat anonim, bahwa “semua hal baik telah hilang”.
 
Deklarasi tersebut adalah pertunjukan persatuan pertama dari Dewan Keamanan PBB sejak Rusia menginvasi pada 24 Februari dalam apa yang disebutnya "operasi militer khusus".
 
Duta Besar Meksiko untuk PBB, Juan Ramon de la Fuente mengatakan, deklarasi itu adalah "langkah awal yang sangat awal tetapi menunjukkan arah yang benar".
 
“Sangat menggembirakan melihat diplomasi mendapatkan tempatnya di dewan,” katanya, seraya menambahkan bahwa “diplomasi yang tenang terkadang jauh lebih efektif daripada ketika Anda memiliki banyak pernyataan.”
 
Rekannya dari Norwegia, Mona Juul mengatakan, itu adalah "keputusan bulat pertama yang dibuat oleh dewan setelah perang mengerikan ini dimulai di Ukraina".
 
“Kebutuhan dan penderitaan rakyat Ukraina membutuhkan upaya maksimal dari pihak PBB baik dari dewan, dari sekretaris jenderal dan dari sistem PBB seperti itu,” ucap Juul.
 
Rusia memveto resolusi pada 25 Februari yang mengutuk invasi dan meminta Moskow untuk mundur. Tiongkok, Uni Emirat Arab dan India juga abstain dalam pemungutan suara itu.
 
PBB, yang ditugaskan untuk memastikan perdamaian dunia, belum memantapkan dirinya sebagai mediator yang mungkin untuk resolusi perang secara damai dan malah bekerja dalam peran kemanusiaan.
 
Selama perjalanan Guterres minggu lalu ke Rusia dan Ukraina ia berhasil mendapatkan dukungan untuk evakuasi beberapa ratus warga sipil dari Mariupol, kota Ukraina selatan yang dikepung oleh pasukan Rusia selama berminggu-minggu.
 
Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 orang, di mana tidak ada negara yang memiliki hak veto, telah mengadopsi beberapa resolusi yang mengutuk “agresi Rusia terhadap Ukraina”, dan menuntut agar pasukan Rusia berhenti berperang dan mundur. Mereka juga memilih bulan lalu untuk menangguhkan Rusia dari Dewan Hak Asasi Manusia yang berbasis di Jenewa atas tuduhan pelanggaran hak yang mengerikan oleh tentara Rusia di Ukraina.

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif