Josep Borrell, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa mengusulkan sanksi baru pada Rusia./AFP
Josep Borrell, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa mengusulkan sanksi baru pada Rusia./AFP

Diragukan, Usulan Larangan Impor Minyak Rusia dari Uni Eropa

Internasional rusia sanksi rusia uni eropa Perang Rusia-Ukraina
Marcheilla Ariesta • 02 Mei 2022 18:03
Brussels: Uni Eropa akan mengusulkan larangan impor minyak Rusia secara bertahap sebagai bagian dari babak baru sanksi terhadap Rusia. Sanksi terbaru ini sedang disiapkan untuk diajukan ke negara anggota.
 
"Komisi Eropa sedang mempersiapkan sebuah teks sanksi yang akan diajukan ke 27 negara anggota," kata seorang diplomat, dilansir dari Channel News Asia, Senin, 2 Mei 2022.
 
Beberapa diplomat mengatakan, larangan minyak dimungkinkan setelah Jerman berbalik arah, yang mengatakan tindakan itu akan merugikan ekonominya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan, Rusia mengintensifkan serangannya di Ukraina, membuat sanksi baru 'sangat penting'.
 
"Kita harus menggunakan kemampuan ekonomi dan keuangan kita untuk membuat Rusia membayar harga untuk apa yang dilakukannya," katanya.
 
Komisi akan mengusulkan memperkenalkan larangan selama enam sampai delapan bulan untuk memberikan waktu kepada negara-negara untuk mendiversifikasi pasokan mereka, kata sumber tersebut.
 
Baca juga: Yellen: Keputusan Eropa Melarang Energi Rusia Dapat Membahayakan Ekonomi
 
Larangan itu membutuhkan dukungan bulat dan masih bisa digagalkan, dengan Hongaria diperkirakan akan meningkatkan oposisi yang kuat karena bergantung pada minyak Rusia dan dekat dengan Kremlin.
 
Negara-negara lain khawatir bahwa larangan minyak akan menaikkan harga di pompa ketika harga konsumen sudah meningkat tajam karena perang.
 
"Kami harus sangat memperhatikan reaksi pasar," kata seorang pejabat.
 
"Ada solusi dan kami akan sampai di sana pada akhirnya, tetapi kami harus bertindak dengan sangat hati-hati," sambungnya.
 
Meskipun Rusia mengekspor dua pertiga minyaknya ke Uni Eropa, Amerika Serikat (AS) menyatakan keraguannya mengenai larangan langsung. Menteri Keuangan AS Janet Yellen memperingatkan, sanksi baru itu kemungkinan berdampak kecil pada Rusia.
 
Para menteri energi Uni Eropa akan membahas larangan tersebut pada pembicaraan Senin di Brussels, meskipun mereka tidak akan menandatangani keputusan tersebut.
 
Paket keenam tindakan anti-Rusia ini juga akan menargetkan bank terbesar di negara itu, Sberbank, yang akan dikeluarkan dari sistem pesan Swift internasional.
 
Uni Eropa telah melarang impor batu bara Rusia, tetapi Polandia dan negara-negara Baltik juga menyerukan embargo minyak.
 
Impor gas dari Rusia akan tetap tidak tersentuh, dengan Jerman yang sangat bergantung berjanji untuk menghentikan penggunaan gas Rusia pada pertengahan 2024.
 
Ketergantungan ekonomi terbesar Eropa pada energi Rusia terungkap sebagai kelemahan, ketika sekutu Barat berjuang untuk menghukum Presiden Rusia Vladimir Putin atas serangannya di Ukraina.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif