Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Foto: AFP
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Foto: AFP

Di Bawah Biden, Serangan Udara AS Turun 54 Persen Dibanding 2020

Medcom • 28 Desember 2021 12:33
Washington: Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden disebut jauh lebih tidak agresif dengan kekuatan udara militer AS pada 2021, dimana serangan turun 54 persen pada pertengahan Desember. Hal tersebut dibandingkan dengan pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump tahun lalu.
 
“Pulang terbesar adalah bahwa Biden telah secara signifikan mengurangi aksi militer AS di seluruh dunia,” demikian bunyi laporan yang dirilis oleh Airwars pada Rabu, sebuah organisasi nirlaba yang melacak tindakan militer dan kausalitas sipil di seluruh dunia. 
 
Dilansir dari Fox News, Selasa, 28 Desember 2021, laporan organisasi tersebut menambahkan bahwa penurunan serangan telah mengakibatkan “jumlah warga sipil yang diduga tewas oleh serangan AS jauh lebih rendah.”

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Laporan juga menemukan bahwa terdapat total 439 serangan AS yang tercatat selama tahun pertama di bawah Biden, pengurangan 54 persen dari 951 yang tercatat di bawah Trump pada 2020.
 
Pada Agustus lalu, militer AS diketahui keluar dari Afghanistan setelah hampir 20 tahun konflik di sana. Serangan pesawat tak berawak terakhir AS di Afghanistan dilaporkan terjadi pada 29 Agustus, dan kontroversi yang menyebabkan kematian sepuluh warga sipil.
 
Namun, Afghanistan bukan satu-satunya negara yang mengalami pengurangan serangan di bawah Biden. Sejauh ini, Yaman mencatat penurunan terbesar berkat nol serangan di bawah Biden. Terdapat 18 serangan di Yaman selama tahun terakhir kepresidenan Trump.
 
Penurunan serangan juga terlihat di zona konflik militer AS lainnya seperti Irak dan Suriah, dimana 201 serangan selama tahun terakhir Trump menjabat. Total 58 serangan yang tercatat di kedua negara di bawah Biden, pengurangan 71 persen. 
 
Pemogokan di Somalia pun dilaporkan telah turun dari 72 di bawah Trump pada 2020, menjadi sembilan di bawah Biden pada 2021, terjadi pengurangan sebanyak 88 persen.
 
Sementara itu, Biden meningkatkan kemungkinan militer AS dapat mempertahankan kemampuan luar biasa untuk menyerang Afghanistan setelah pasukan pergi, kekuatan udara AS tidak ada di negara itu sejak 29 Agustus. 
 
Namun, Afghanistan diketahui masih menjadi negara yang paling ditargetkan di bawah Biden pada 2021, dengan 372 rekor pemogokan yang mewakili penurunan 44 persen dari 660 di bawah Trump pada tahun sebelumnya.
 
“Langit di atas Afghanistan bebas dari pesawat tempur AS untuk pertama kalinya dalam dua dekade. Seluruh generasi tumbuh di bawah contrails mereka, tidak ada yang melihat ke langit tanpa memeriksanya,” kata Perwakilan International Crisis Group (ICG), Graeme Smith kepada Airwars.
 
“Ketidakhadiran mereka menandai dimulainya era baru, bahkan jika belum jelas apa yang akan dibawa babak baru itu,” pungkasnya. (Nadia Ayu Soraya)
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif