Dewan Keamanan PBB (DK PBB). Foto: AFP
Dewan Keamanan PBB (DK PBB). Foto: AFP

AS Minta Dewan Keamanan PBB Tetapkan Sanksi Baru Korut

Internasional Amerika Serikat korea utara DK PBB
Medcom • 05 Mei 2022 11:05
New York: Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Linda Thomas-Greenfield pada Selasa, 3 Mei 2022 mengatakan pihaknya meminta Dewan Keamanan PBB melakukan pemungutan suara untuk menjatuhkan sanksi terhadap Korea Utara (Korut). Ini terkait dengan peluncuran rudal balistik dari Korut.
 
AS mengedarkan rancangan resolusi awal kepada 15 anggota bulan lalu. Resolusi berisi larangan ekspor tembakau dan mengurangi separuh ekspor minyak ke Korut serta memasukkan kelompok peretas Lazarus ke daftar hitam.
 
Namun, Rusia dan Tiongkok sudah menunjukkan perlawanan terhadap peningkatan sanksi kepada Pyongyang. Dibutuhkan sembilan suara setuju agar resolusi dapat disahkan, di luar lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB: Rusia, Tiongkok, Prancis, Inggris, AS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengenaan sanksi diajukan sebagai tanggapan atas peluncuran rudal balistik antarbenua Maret lalu. Ini merupakan peluncuran pertama sejak 2017.
 
“Rencana kami adalah untuk bergerak maju dengan resolusi itu bulan ini,” kata Thomas-Greenfield kepasa wartawan, dilansir dari Channel News Asia, 4 Mei 2022. AS sendiri saat ini memegang Ketua DK PBB untuk Mei.
 
"Kami sangat khawatir akan situasi ini. Kami berharap agar dewan tetap bersatu dalam mengecam tindakan DPRK (Korea Utara) itu,” ungkap Thomas-Greenfield. 
 
Korea Utara telah dikenai sejumlah sanksi sejak 2006. Dewan Keamanan PBB terus menambahnya selama bertahun-tahun dengan tujuan memutus pendanaan program senjata nuklir dan rudal balistik.
 
Meski begitu, negara Asia itu berhasil menghindari beberapa sanksi PBB. Pemantau independen sanksi PBB melaporkan pada bulan Februari bahwa serangan siber Pyongyang terhadap transaksi crypto membuatnya berhasil meraup ratusan juta dolar. (Kaylina Ivani)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif