Korut meluncurkan rudal balistik dari sebuah lokasi yang tidak disebutkan. (KCNA)
Korut meluncurkan rudal balistik dari sebuah lokasi yang tidak disebutkan. (KCNA)

Jelang Kunjungan Biden ke Korsel, Korut Bersiap Uji Rudal ICBM

Marcheilla Ariesta • 18 Mei 2022 13:04
Washington: Korea Utara (Korut) kelihatannya bersiap melakukan uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) jelang perjalanan resmi pertama Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden ke Korea Selatan (korsel). Padahal, saat ini Korut tengah berjuang melawan wabah Covid-19.
 
Pejabat anonim AS mengatakan bahwa data intelijen terbaru menunjukkan bahwa Korut dapat melakukan tes ICBM paling cepat Kamis atau Jumat pekan ini.
 
Joe Biden diperkirakan tiba di Korsel pada Jumat mendatang. Ia akan bertemu jajaran petinggi Korsel, sebelum nantinya melanjutkan perjalanan ke Jepang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gedung Putih mengatakan pekan lalu, bahwa Biden sedang mempertimbangkan perjalanan ke Zona Demiliterisasi (DMZ) -- sebuah area yang memisahkan Korut dan Korsel.
 
Uji coba rudal ICBM dapat menutupi fokus Biden yang lebih luas mengenai Tiongkok, perdagangan, dan masalah regional lainnya. Uji coba ini akan menggarisbawahi kurangnya kemajuan dalam pembicaraan denuklirisasi AS-Korut, meski pemerintahannya berjanji untuk memecahkan kebuntuan dengan pendekatan praktis.
 
Peluncuran rudal ICBM juga dapat memperumit upaya internasional dalam menawarkan bantuan kepada Pyongyang yang kini tengah memerangi wabah Covid-19 pertama sejak 2020.
 
Baca:  Kim Jong-un Tegaskan Penanganan Wabah Covid-19 Korut 'Tidak Memadai'
 
Seperti dilansir dari Channel News Asia, Rabu, 18 Mei 2022, kunjungan Biden pekan ini akan menjadi yang pertama ke kawasan dalam kapasitasnya sebagai presiden. Kunjungan tersebut akan menjadi pertemuan puncak pertama dengan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol yang baru menjabat pada 10 Mei lalu.
 
Yoon bersumpah untuk mengambil garis yang lebih keras terhadap 'provokasi' Korut, dan diharapkan untuk mencari jaminan yang lebih besar dari Biden bahwa AS akan memperkuat 'pencegahan yang diperluas' terhadap Korut.
 
Ketika ditanya tentang penilaian AS atas peluncuran rudal, juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan, otoritas intelijen Seoul dan Washington sedang memantau kegiatan tersebut. Ia menambahkan, kedua negara akan berkoordinasi dengan erat, dan pihak militer juga akan mempertahankan postur kesiapan yang kuat.
 
Sebuah laporan baru oleh Pusat Studi Internasional dan Strategis (CSIS) yang berbasis di AS mengatakan, citra satelit komersial menunjukkan aktivitas di situs nuklir Korut, yang terowongan pengujian bawah tanahnya pernah ditutup pada 2018. Penutupan dilakukan setelah pemimpin Korut, Kim Jong-un, mendeklarasikan moratorium sepihak mengenai uji coba nuklir dan ICBM.  .
 
Selang beberapa waktu, Kim mengatakan Korut tidak lagi terikat dengan moratorium itu. Korut pun melanjutkan pengujian ICBM pada Maret lalu.
 
"Pekerjaan perbaikan dan persiapan di Terowongan 3 telah berlangsung selama tiga bulan terakhir, dan mungkin akan hampir selesai untuk uji coba nuklir ketujuh yang sering dispekulasikan," kata laporan CSIS di situs nuklir itu.
 
"Waktu tes ini sepenuhnya berada di tangan Kim Jong-un," lanjut laporan tersebut.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif