Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden. (AFP)
Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden. (AFP)

Biden Jadi Capres Pertama Demokrat yang Menang di Georgia Sejak 1992

Internasional amerika serikat joe biden donald trump Pilpres AS 2020
Willy Haryono • 14 November 2020 07:51
Georgia: Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden akhirnya diproyeksikan menang dalam pemungutan suara di Georgia oleh media-media besar AS. Ia pun menjadi capres pertama dari Partai Demokrat yang menang di Georgia sejak 1992.
 
Dilansir dari laman BBC pada Sabtu, 14 November 2020, kemenangan di Georgia memperkuat kemenangan Biden, yang menjadikan perolehan electoral college atau suara elektoralnya menjadi 306. Untuk menang dalam pemilu AS, seorang kandidat harus mencapai setidaknya 270 suara elektoral.
 
Georgia dan North Carolina adalah dua negara bagian terakhir yang belum sepenuhnya menyelesaikan penghitungan suara. Petahana Donald Trump diproyeksikan menang di North Carolina, yang menjadikan suara elektoralnya 232.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun hingga sejauh ini, Trump masih menolak mengakui kekalahannya dari Biden.
 
Trump telah meluncurkan rangkaian gugatan di beberapa negara bagian krusial, dan terus melayangkan tudingan kecurangan tak berdasar ke kubu BIden.
 
Suara elektoral Biden saat ini setara dengan yang diraih Trump dalam pemilu AS 2016. Kala itu, Trump menyebut perolehan suaranya sebagai kemenangan "mutlak."
 
Penghitungan suara ulang telah dilakukan di Georgia karena tipisnya selisih suara antar Trump dan Biden. Namun tim Biden mengaku tidak menyangka jika pada akhirnya kubu Demokrat yang menang.
 
Jumat kemarin, tim Trump mengakhiri gugatan hukum di Arizona setelah keunggulan suara Biden melesat jauh.
 
Meski Trump menolak mengakui kekalahan, gelombang tekanan terus menerpa dirinya untuk mengakui kemenangan Biden. Sang istri, Melania, dan juga menantunya, Jared Kushner, dikabarkan telah mendorong Trump untuk mengakui kekalahan dalam pemilu AS.
 
Dalam penampilan perdananya usai pemilu AS pada 3 November, Trump mengakui kemungkinan adanya pemerintahan baru di Washington pada Januari tahun depan. Namun ia tidak secara resmi mengakui kekalahan.
 
Berbicara dalam konferensi pers gugus tugas covid-19 di Gedung Putih, Trump berkata: "Idealnya, kita tidak akan menerapkan lockdown. Pemerintahan ini tidak akan menerapkan lockdown. Apapun yang terjadi di masa depan, kita tidak tahu akan ada pemerintahan yang mana. Saya rasa waktu yang akan memberi tahu kita semua."
 
Sebelumnya, ia sempat menulis via Twitter, mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang mendukung klaim tak berdasar mengenai kecurangan dalam pemilu. Ia mengindikasikan rencana bergabung dalam unjuk rasa di Washington pada Sabtu ini.
 
Pesan Trump disampaikan beberapa jam usai jajaran petinggi komisi elektoral mengatakan bahwa pemungutan suara tahun ini merupakan "yang paling aman dalam sejarah Amerika."
 
Baca:Bantah Klaim Trump, Pejabat AS Sebut Tidak Ada Bukti Suara yang Hilang
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif