Tempat jatuhnya pesawat MH17. Foto: Reuters.
Tempat jatuhnya pesawat MH17. Foto: Reuters.

Hakim Tolak Permintaan Tambahan Waktu Penyelidikan MH17

Internasional belanda rusia mh17
Marcheilla Ariesta • 26 November 2020 21:53
Amsterdam: Para hakim kasus jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 menolak permintaan pembela yang meminta lebih banyak waktu untuk penyelidikan atas kecelakaan itu. Pesawat MH17 jatuh di atas Ukraina timur pada 2014 silam.
 
MH17 tengah terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur ketika ditembak jatuh oleh rudah yang ditembakkan dari wilayah yang dikuasai pemberontak pro-Rusia selama pertempuran dengan Ukraina. Sebanyak 298 penumpang dan awak kapal tewas akibat insiden ini.
 
Setelah bertahun-tahun mengumpulkan bukti, Tim Investigasi Gabungan internasional (JIT) yang dipimpin Belanda mengatakan peluncur rudal yang digunakan untuk menghantam pesawat sipil itu berasal dari pangkalan militer Rusia tepat di seberang perbatasan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah Belanda menganggap Moskow bertanggung jawab, dan tiga orang Rusia serta seorang Ukraina diadili atas tuduhan pembunuhan. Tak satu pun dari tersangka ditahan.
 
Seorang tersangka, Oleg Pulatov dari Rusia, diwakili dalam proses pengadilan; tiga lainnya sedang diadili secara in absentia. Rusia selalu membantah keterlibatan dan telah mempromosikan berbagai teori alternatif, yang ditolak oleh para penyelidik karena tidak didukung oleh bukti.
 
Hakim Hendrik Steenhuis mengatakan, pihak tergugat belum memberikan skenario alternatif yang jelas untuk diselidiki, sementara informasi tentang beberapa kemungkinan penjelasan lainnya sudah menjadi bagian dari berkas perkara.
 
"Pengadilan ingin mendengar secara langsung pernyataan Pulatov dan tidak akan mengajukan pertanyaan tertulis kepadanya seperti yang diminta pengacaranya," kata Steenhuis, dilansir dari Channel News Asia, Kamis, 26 November 2020.
 
Dia menambahkan pengadilan juga ingin mendengar dari tersangka lainnya - Rusia Sergey Dubinsky dan Igor Girkin, dan Leonid Kharchenko dari Ukraina - yang tidak pernah bekerja sama dengan pengadilan.
 
Pengadilan juga menyerukan pemeriksaan baru terhadap para saksi yang melaporkan melihat peluncur rudal pada 17 Juli 2014, serta pemilik lapangan tempat rudal tersebut diyakini telah diluncurkan.
 
Para hakim juga memutuskan bahwa upaya baru harus dilakukan untuk berbicara dengan pemimpin brigade ke-53 Rusia, yang diidentifikasi oleh penyelidik sebagai pengangkut peluncur rudal.
 
Sidang kasus ini akan dilanjutkan pada 1 Februari 2021.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif