Duta Besar dan Wakil Tetap Indonesia untuk PBB dan Organisasi Internasional lainnya di Wina, Austria, Darmansjah Djumala. Foto: KBRI Wina
Duta Besar dan Wakil Tetap Indonesia untuk PBB dan Organisasi Internasional lainnya di Wina, Austria, Darmansjah Djumala. Foto: KBRI Wina

Badan Atom PBB Yakin Indonesia Mampu Pimpin Berbagai Proyek Strategis

Fajar Nugraha • 30 September 2021 11:28
Wina: Kurang dari seminggu sebelum akhiri masa tugas sebagai Duta Besar dan Wakil Tetap Indonesia untuk PBB dan Organisasi Internasional lainnya di Wina, Austria, Darmansjah Djumala berpamitan secara resmi dengan Rafael Mariano Grossi, Dirjen Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). Dalam pertemuan tersebut, Dubes Djumala mengapresiasi kerja sama IAEA dengan Pemerintah Indonesia yang berikan manfaat langsung kepada masyarakat Indonesia.
 
“Dukungan IAEA terhadap implementasi kerjasama pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan damai di Indonesia sangat signifikan dalam mendukung diplomasi nuklir membumi, yang memberi manfaat secara langsung bagi masyarakat Indonesia,” ungkap Dubes Djumala di ruang kerja Dirjen Grossi di Wina, Senin 27 September 2021.
 
Lebih lanjut, disampaikan harapan agar kerja sama IAEA dengan Indonesia dalam pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan damai, termasuk pada berbagai sektor strategis dapat berlanjut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indonesia juga akan melanjutkan komitmennya mendukung program strategis IAEA yang bertujuan menjawab tantangan pembangunan di kawasan dan global.
 
Dirjen IAEA dalam kesempatan ini kembali sampaikan apresiasi atas peran aktif dan kepemimpinan Indonesia dalam forum IAEA, termasuk pada masa kepemimpinan Indonesia sebagai Ketua Dewan Gubernur IAEA pada 2017-2018.  Dirjen Grossi juga harapkan Indonesia terus lanjutkan peran sebagai mitra strategis di kawasan ASEAN, termasuk sebagai negara percontohan aplikasi nuklir untuk daur ulang plastik.
 
Dirjen IAEA juga menyampaikan optimisme kemampuan Indonesia mengambil kepemimpinan dalam berbagai proyek strategis IAEA serta menjadi contoh bagi negara lain, seperti telah ditunjukkan selama periode tugas Dubes Djumala.
 
Dubes Djumala juga berkesempatan bertemu Deputi Dirjen IAEA untuk Aplikasi Nuklir, Najat Mokhtar, yang sangat berperan dalam kerja sama IAEA-Indonesia, termasuk dalam kerja sama teknis dan kontribusi Indonesia dalam membantu negara anggota lain melalui kerangka kerja sama Selatan-Selatan.
 
“Keduanya bersepakat untuk meneruskan kerja sama Indonesia-IAEA yang telah berjalan sangat baik, serta mendorong peran Indonesia sebagai mentor bagi negara-negara lain di kawasan dalam sektor aplikasi nuklir di mana Indonesia telah menguasai keilmuan dan teknologinya,” sebut pernyataan tertulis KBRI Austria, yang diterima Medcom.id, Kamis 30 September 2021.
 
Selama masa tugasnya sebagai Duta Besar/ Wakil Tetap RI, Dubes Djumala menjabat sebagai Ketua Dewan Gubernur IAEA (2017-2018), serta berbagai peran penting dalam forum IAEA seperti Vice President General Conference IAEA ke-64, 2020. Selama tugasnya, Dubes Djumala juga aktif mendorong pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan damai.
 
Dubes Djumala juga aktif mengkampanyekan diplomasi nuklir membumi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Indonesia dinilai berhasil dalam mengaplikasikan teknologi nuklir untuk tujuan damai sehingga memperoleh kepercayaan untuk menjadi mitra Collaborating Centre IAEA bidang mutasi radiasi untuk pangan.
 
Pada pertemuan General Conference  September 2021, Indonesia memperoleh penghargaan Outstanding Achievement untuk aplikasi nuklir di bidang  pengembangan pangan dari IAEA dan FAO. Hal ini merupakan prestasi tim peneliti Indonesia (BATAN) dalam penelitian tanaman pangan dengan menggunakan teknologi nuklir.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif