Ilustrasi Brexit. Foto: AFP.
Ilustrasi Brexit. Foto: AFP.

Perundingan Dagang Pasca Brexit dalam Tahap Krisis

Internasional brexit
Marcheilla Ariesta • 13 Oktober 2020 19:17
Brussles: Seorang menteri Jerman menuntut gerakan substantif dari Inggris di bidang perikanan, untuk menyelesaikan sengketa dan persaingan yang adil dalam pembicaraaan perdagangan pasca Brexit dengan Uni Eropa. Menteri Urusan Uni Eropa, Michael Roth mengatakan perundingan dagang pasca Brexit ini berada dalam tahap krisis.
 
Roth menuturkan Uni Eropa tengah bekerja keras mencapai kesepakatan. Namun, mereka juga siap untuk berdagang mulai 2021 tanpa kesepakatan untuk membatasi tarif atau kuota.
 
"Kami berada pada tahap kritis dalam negosiasi. Kami berada di abwah tekanan. Waktu hampir habis," ujar Roth dilansir dari Channel News Asia, Selasa, 13 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia bersama menteri dari 27 negara anggota blok itu berkumpul di Luksemburg membahas hal tersebut.
 
"Kami mengharapkan kemajuan substansial dari teman-teman kami di Inggris dalam bidang-bidang utama, khususnya tata kelola, lapangan bermain yang setara, dan perikanan.
 
Negosiasi Uni Eropa-Inggris bertujuan untuk mencapai perjanjian kemitraan baru dalam segala hal, mulai dari perdagangan hingga transportasi dan kerja sama nuklir mulai 1 Januari. Perdagangan tahunan senilai sekitar 1 triliun euro dipertaruhkan.
 
Para pemimpin Uni Eropa mengadakan pertemuan puncak di Brussel pada Kamis dan Jumat untuk menilai kemajuan. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga mengatakan dia ingin tahu pada 15 Oktober jika kesepakatan dapat dicapai pada akhir tahun.
 
Namun, Menteri Eropa Finlandia, Tytti Tuppurainen setuju dengan penilaian Roth yang mengerikan keadaan dengan sedikit waktu tersisa.
 
"Ada banyak masalah terbuka. Tentu kami ingin memiliki kesepakatan dengan Inggris, tapi tidak dengan biaya berapa pun," serunya.
 
Sementara itu, Prancis yang menetapkan simpanan besar perikanan, sejauh ini menunjukkan sedikit tanda siap berkompromi dengan Inggris. Padahal ada tekanan dari pihak lain di Uni Eropa untuk membantu membuka kesepakatan.
 
Namun, Menteri Urusan Eropa Prancis mengatakan penting untuk mengingat perlunya satu posisi dan keputusan dalam blok itu.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif