Penemuan terjadi setelah ditemukannya 215 tulang belulang anak pribumi pekan lalu. Foto: AFP
Penemuan terjadi setelah ditemukannya 215 tulang belulang anak pribumi pekan lalu. Foto: AFP

Lagi, 754 Tulang Belulang Warga Pribumi Ditemukan di Kanada

Internasional penemuan jenazah kanada
Juven Martua Sitompul • 25 Juni 2021 05:58
Calgary: Tulang belulang dari 751 orang, terutama anak-anak Pribumi, ditemukan di lokasi bekas sekolah di Provinsi Saskatchewan, Kanada. Penemuan ini mengguncang negara yang bergulat dengan generasi dimana pelecehan yang meluas dan sistematis terhadap masyarakat adat.
 
Penemuan itu merupakan yang terbesar hingga saat ini, terjadi beberapa minggu setelah sisa-sisa 215 anak pribumi ditemukan di kuburan tak bertanda di halaman bekas sekolah asrama lain di British Columbia.
 
Baca: Tulang Belulang 215 Anak-Anak Ditemukan di Bekas Sekolah Kanada.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Diketahui, kedua sekolah tersebut merupakan bagian dari sistem yang mengambil anak-anak Pribumi di negara tersebut dari keluarga mereka selama sekitar 113 tahun. Terkadang mereka diambil dengan paksa, dan menempatkan mereka di sekolah asrama, di mana mereka dilarang berbicara dalam bahasa aslinya.
 
Banyak anak tidak pernah kembali ke rumah dan keluarga mereka hanya diberi penjelasan samar tentang nasib mereka, atau tidak sama sekali. Kanada memiliki sekitar 150 sekolah perumahan dan diperkirakan 150.000 anak-anak Pribumi melewati sekolah antara pembukaan mereka, sekitar tahun 1883, dan penutupan mereka pada tahun 1996.
 
Tidak jelas bagaimana anak-anak meninggal di sekolah-sekolah yang dikelola gereja, yang diterpa wabah penyakit seabad yang lalu, dan di mana anak-anak menghadapi pelecehan dan kekerasan seksual, fisik dan emosional. Beberapa mantan siswa sekolah telah menggambarkan tubuh bayi yang lahir dari anak perempuan yang dihamili oleh pendeta dan biarawan yang dibakar.
 
Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi nasional memperkirakan bahwa sekitar 4.100 anak hilang secara nasional dari sekolah. Tetapi seorang mantan hakim Pribumi yang memimpin komisi, Murray Sinclair, mengatakan dalam sebuah email bulan ini bahwa dia sekarang yakin jumlahnya "jauh melampaui 10.000".
 
Penemuan di Saskatchewan dilakukan oleh Cowessess First Nation di Marieval Indian Residential School, sekitar 87 mil dari ibu kota provinsi, Regina.
 
"Selalu ada pembicaraan dan spekulasi dan cerita, tetapi untuk melihat jumlah ini - ini adalah jumlah yang cukup signifikan," kata Bobby Cameron, kepala sebuah federasi provinsi kelompok Adat,  Federation of Sovereign Indigenous Nations.
 
"Ini akan sulit dan menyakitkan dan memilukan,” tegasnya, seperti dikutip AFP, Jumat 25 Juni 2021.
 
"Inilah yang dipaksakan oleh Gereja Katolik di Kanada dan pemerintah Kanada pada anak-anak kita,” ungkapnya.
 
Pada Selasa, pemerintah federal mengumumkan bahwa mereka akan menyediakan hanya di bawah 4,9 juta dolar Kanada kepada masyarakat adat di Saskatchewan untuk mencari kuburan. Pemerintah provinsi sebelumnya berkomitmen 2 juta dolar Kanada.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif