Polisi AS melakukan penjagaan di sekitar protes menyusul vonis pelaku penembakan Breonna Taylor. Foto: AFP
Polisi AS melakukan penjagaan di sekitar protes menyusul vonis pelaku penembakan Breonna Taylor. Foto: AFP

Dua Polisi Tertembak dalam Demo Pembunuhan Wanita Kulit Hitam

Internasional amerika serikat penembakan as
Marcheilla Ariesta • 24 September 2020 14:24
Kentucky: Sebanyak dua petugas polisi Louisville, Kentucky, Amerika Serikat (AS) ditembak dalam unjuk rasa protes kematian perempuan kulit hitam Breonna Taylor. Polisi mengatakan pelaku penembakan sudah ditahan.
 
Kepala Polisi Robert Schroeder menyebutkan satu petugas sudah sadar dan dalam keadaan stabil. Petugas lainnya masih dioperasi, namun kini kondisinya sudah stabil.
 
Ia menuturkan para petugas polisi tersebut mendatangi daerah tempat unjuk rasa digelar. Para polisi ini ditembak saat hendak menyelidiki laporan penembakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penembakan terjadi beberapa jam setelah hakim memutuskan tidak mendakwa para polisi yang membunuh Taylor di rumahnya. Padahal, kematian disebabkan kesalahan polisi dalam melakukan penyerbuan.
 
Aksi protes karena kematian Taylor terjadi di sejumlah kota di seluruh Amerika Serikat, termasuk Louisville, New York, Boston, Washington hingga Los Angeles.
 
Mereka menuntut keadilan terhadap para polisi yang menembak perempuan 26 tahun itu.
 
Polisi anti huru-hara berpakaian lengkap menangkap beberapa demonstran pada Rabu sore. Jelang malam, polisi mulai menggunakan granat setrum untuk membubarkan ratusan demonstran di Jefferson Square Park, tugu peringatan kematian Taylor.
 
Ribuan demonstran turun ke jalan di Louisville setelah pengumuman tersebut.
 
"Breonna Taylor layak mendapatkan keadilan. Tidak ada yang akan berubah jika kita tidak bersatu," kata seorang pengunjuk rasa berkulit hitam, Decorryn Adams, dilansir dari AFP.
 
Wali kota setempat telah mengumumkan keadaan darurat dan menetapkan jam malam mulai pukul 21.00. Sebagian besar arus lalu lintas di pusat kota juga mulai ditutup.
 
Beberapa pemilik bisnis di pusat kota menutup toko mereka untuk mengantisipasi kerusuhan yang dipicu oleh keputusan dewan juri.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif