Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan pertemuan virtual dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Foto: AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan pertemuan virtual dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Foto: AFP

Biden Peringatkan Putin Akan Beri Sanksi Keras Jika Rusia Serang Ukraina

Internasional vladimir putin joe biden Rusia-Ukraina Pertemuan Joe Biden-Vladimir Putin
Marcheilla Ariesta • 08 Desember 2021 07:37
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memperingatkan Presiden Rusia Vladimir Putin akan ada sanksi ekonomi Barat yang kuat jika Negeri Beruang Merah tersebut melakukan serangan ke Ukraina. Peringatannya disampaikan dalam pertemuan virtual keduanya pada Selasa, 7 Desember 2021.
 
"Presiden Biden menyuarakan keprihatinan mendalam Amerika Serikat dan sekutu Eropa kami mengenai eskalasi pasukan Rusia di sekitar Ukraina," kata Gedung Putih dalam pernyataan, dilansir dari AFP, Rabu, 8 Desember 2021.
 
"Presiden juga menjelaskan bahwa AS dan sekutu kami akan merespons dengan tindakan ekonomi dan tindakan lain yang kuat jika terjadi eskalasi militer," sambung mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Biden menekankan dukungan untuk kedaulatan Ukraina dan integritas teritorial. Ia juga menyerukan deeskalasi dan kembali ke diplomasi.
 
Menurut Gedung Putih, Biden dan Putin sepakat bahwa tim masing-masing akan "menindaklanjuti" pertemuan tersebut. Biden menggarisbawahi bahwa langkah AS selanjutnya akan "dalam koordinasi yang erat dengan sekutu dan mitra."
 
Biden dan para pemimpin Inggris, Prancis, Jerman dan Italia menyatakan dukungan untuk integritas teritorial Ukraina.
 
"Presiden Biden memberi pengarahan kepada para pemimpin tentang panggilannya dengan Presiden Putin, di mana dia membahas konsekuensi serius dari aksi militer Rusia di Ukraina dan kebutuhan untuk mengurangi ketegangan dan kembali ke diplomasi," kata Gedung Putih.
 
"Para pemimpin menggarisbawahi dukungan mereka untuk kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina, serta kebutuhan Rusia untuk mengurangi ketegangan dan terlibat dalam diplomasi," lanjut mereka.
 
Rusia membantah berencana untuk menyerang Ukraina, tetapi dengan gambar satelit yang menunjukkan konsentrasi pasukan besar-besaran di perbatasan, kekhawatiran akan perang meningkat di Eropa.
 
Amerika Serikat mengatakan tidak tahu pasti apa yang akan dilakukan Rusia di Ukraina, tetapi khawatir dengan pengerahan sekitar 100.000 tentara Rusia yang siap tempur ke perbatasan. Rusia telah mendukung pemberontakan separatis yang kuat di petak-petak Ukraina timur dan mencaplok semenanjung Krimea dari Kiev pada 2014.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif