Presiden Rusia Vladimir Putin umumkan doktrin baru Angkatan Laut Rusia. Foto: AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin umumkan doktrin baru Angkatan Laut Rusia. Foto: AFP

Doktrin Baru Angkatan Laut Rusia Tegaskan Amerika Serikat dan NATO sebagai Ancaman

Fajar Nugraha • 01 Agustus 2022 05:51
St Petersburg: Presiden Vladimir Putin pada Minggu 31 September 2022 menandatangani doktrin angkatan laut baru. Doktrin itu menjadikan Amerika Serikat (AS) sebagai ancaman utama Rusia dan menetapkan ambisi maritim global Rusia untuk wilayah-wilayah penting seperti Kutub Utara dan di Laut Hitam.
 
Berbicara pada Hari Angkatan Laut Rusia di bekas ibu kota kekaisaran St Petersburg yang didirikan oleh Tsar Peter the Great, Putin memuji Peter karena menjadikan Rusia kekuatan laut yang hebat dan meningkatkan posisi global negara Rusia.
 
Setelah memeriksa angkatan laut, Putin membuat pidato singkat di mana ia memperingatkan bahwa Rusia memiliki kekuatan militer untuk mengalahkan setiap agresor potensial.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sesaat sebelum pidato, ia menandatangani doktrin angkatan laut baru setebal 55 halaman, yang menetapkan tujuan strategis angkatan laut Rusia yang luas, termasuk ambisinya sebagai "kekuatan maritim besar" yang meluas ke seluruh dunia.
 
“Ancaman utama bagi Rusia adalah kebijakan strategis AS untuk mendominasi lautan dunia dan gerakan aliansi militer NATO lebih dekat ke perbatasan Rusia,”  kata doktrin itu, seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin 1 Agustus 2022.
 
“Rusia dapat menggunakan kekuatan militernya dengan tepat untuk situasi di lautan dunia jika kekuatan lunak lainnya, seperti alat diplomatik dan ekonomi telat habis,” imbuh doktrin itu seraya mengakui bahwa Rusia tidak memiliki pangkalan angkatan laut yang cukup secara global.
 
Doktrin tersebut juga menetapkan prioritas Rusia adalah mengembangkan kerja sama strategis dan angkatan laut dengan India serta kerja sama yang lebih luas dengan Iran, Irak, Arab Saudi, dan negara-negara lain di kawasan itu.
 
"Dipandu oleh doktrin ini, Federasi Rusia akan dengan tegas dan tegas membela kepentingan nasionalnya di lautan dunia, dan memiliki kekuatan maritim yang cukup akan menjamin keamanan dan perlindungan mereka," isi dari dokumen tersebut.
 
Pidato Putin tidak menyebutkan konflik di Ukraina, tetapi doktrin militer membayangkan "penguatan komprehensif posisi geopolitik Rusia" di Laut Hitam dan Azov.
 
Hubungan antara Rusia dan Barat telah mengalami ketegangan yang mendalam selama lima bulan konflik Ukraina.
 
Doktrin tersebut juga menetapkan Samudera Arktik, yang Amerika Serikat telah berulang kali katakan bahwa Rusia sedang mencoba untuk melakukan militerisasi, sebagai wilayah yang sangat penting bagi Rusia.
 
Garis pantai Rusia yang luas sepanjang 37.650 kilometer, yang membentang dari Laut Jepang hingga Laut Putih, juga mencakup Laut Hitam dan Laut Kaspia.
 
Putin mengatakan, pengiriman rudal jelajah hipersonik Zirkon ke fregat Laksamana Gorshkov akan dimulai dalam beberapa bulan. Lokasi penempatan mereka akan tergantung pada kepentingan Rusia.
 
"Kuncinya di sini adalah kemampuan angkatan laut Rusia. Ia mampu merespons dengan kecepatan kilat kepada semua orang yang memutuskan untuk melanggar kedaulatan dan kebebasan kami,” tegas Putin.
 
Senjata hipersonik dapat melakukan perjalanan dengan kecepatan sembilan kali kecepatan suara, dan Rusia telah melakukan uji peluncuran Zircon sebelumnya dari kapal perang dan kapal selam selama setahun terakhir.
 
Di Krimea, Gubernur Sevastopol Mikhail Razvozhayev mengatakan, pasukan Ukraina menyerang markas Armada Laut Hitam Rusia di kota pelabuhan yang dikuasai Rusia pada Minggu pagi, melukai lima anggota staf.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif