Duta Besar RI untuk Kerajaan Swedia dan Republik Latvia, Kamapradipta Isnomo. Foto: Dok.Kemenlu RI
Duta Besar RI untuk Kerajaan Swedia dan Republik Latvia, Kamapradipta Isnomo. Foto: Dok.Kemenlu RI

Tingkatkan Kerja Sama, Dubes RI Promosikan Lembaga Pengelola Investasi ke Swedia

M Sholahadhin Azhar • 02 April 2021 10:03
Stockholm: Duta Besar RI untuk Kerajaan Swedia dan Republik Latvia, Kamapradipta Isnomo melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Swedia, Ann Linde. Kerja sama ekonomi, peningkatan perdagangan dua arah, dan investasi menjadi tiga topik pembahasan utama pada pertemuan.
 
“Kita telah memiliki kerja sama yang baik selama 70 tahun hubungan diplomatik, dan kami siap untuk memperluas serta mengakselerasi kerja sama bilateral untuk 70 tahun ke depan,” ujar Dubes Kamapradipta, dalam keterangan yang dikutip Medcom.id, Jumat 2 April 2021.
 
“Terdapat banyak peluang untuk meningkatkan investasi dan perdagangan dua arah antara Indonesia dan Swedia. Sebagaimana disampaikan pada pembicaraan antara Presiden RI dan PM Swedia pada November tahun lalu, kita harus meningkatkan kerja sama guna merealisasikan potensi yang ada secara penuh," ujar Dubes RI terkait pentingnya Swedia sebagai mitra perdagangan dan investasi terbesar Indonesia di kawasan Nordik.
 
Dubes RI juga memperkenalkan Indonesia Investment Authority (INA) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI), Sovereign Wealth Fund pertama Indonesia yang bertanggung jawab mendukung pembangunan proyek infrastruktur vital di Indonesia. INA yang baru terbentuk dapat menjadi peluang untuk menjalin kerja sama ekonomi yang lebih kuat didukung dengan banyaknya perusahaan Swedia yang beroperasi di bidang infrastuktur dan telekomunikasi di Indonesia.
 
Menteri Luar Negeri Swedia, Ann Linde mengapresiasi hubungan baik di antara kedua negara dan menyampaikan pentingnya menjaga kerja sama sembari menyatakan, “Penting untuk melanjutkan kerja sama pada isu-isu multilateral seperti pertahanan dan keamanan serta perubahan iklim,".
 
Menlu Linde juga menyebutkan tentang sistem bus yang ramah iklim di Swedia yang menjadi salah satu topik utama pada Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SISP) Week, November lalu untuk memperingati 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara.
 
Tidak hanya itu Menlu Linde juga memuji upaya Indonesia di bawah kepemimpinan Menlu Retno Marsudi dalam membentuk Southeast Asian Network of Women Peace Negotiators and Mediators (SEANWPNM) dan berharap dapat terjalinnya pertukaran pandangan di antara Jaringan Mediator Perempuan di Asia Tenggara dan Swedia.
 
Menlu Linde dan Dubes Kamapradipta juga menyampaikan pandangan positif mereka tentang hubungan ASEAN-UE yang telah meningkat menjadi Kemitraan Strategis pada Desember 2020. Menlu Linde menggarisbawahi potensi besar di masing-masing organisasi regional, sementara Dubes enyampaikan terima kasih atas dukungan Swedia terhadap progres perundingan Indonesia – EU CEPA.
 
Dubes RI juga menyampaikan tentang hubungan antar masyarakat kedua negara, di mana diskusi tentang pembentukan Indonesia-Sweden Parliamentary Friendship Group mendapat respon positif dari Ketua Parlemen di kedua negara.
 
Hubungan diplomatik Indonesia dan Swedia terbentuk pada 1950. Kedua negara merupakan pendukung multilateralisme dan berperan penting pada operasi penjaga perdamaian PBB, pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional, pemajuan demokrasi dan kesetaraan gender; SDGs dan perubahan iklim. Indonesia dan Swedia merupakan negara netral di mana parlemen kedua negara telah meratifikasi Perjanjian Kerja Sama Pertahanan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif