Observatorium Gunung Api Hawaii menyebutkan letusan terjadi pada sore hari di puncak Kilauea. Observatorium tersebut mengatakan gas yang dikeluarkan letusan akan menyebabkan kabut vulkanik.
Mengutip dari laman New York Post, masyarakat yang tinggal di dekat taman nasionl Big Island diimbau menghindari partikel vulkanik yang dimuntahkan ke udara dari gunung berapi Kilauea.
Tingkat kewaspadaan gunung berapi Kilauea dinaikkan menjadi status peringatan, dan kode warna penerbangan berubah menjadi merah di saat para ilmuwan sedang mengevaluasi dampak letusan dan bahaya terkait lainnya.
Juni lalu, gunung berapi Kilauea meletus selama beberapa minggu, mengeluarkan air mancur lava merah tanpa mengancam komunitas atau bangunan apa pun.
Kerumunan orang berbondong-bondong datang ke Taman Nasional Gunung Api Hawaii di Big Island, yang menawarkan pemandangan lahar secara aman. Kilauea, gunung berapi terbesar kedua di Hawaii, meletus sejak September 2021 hingga Desember lalu.
Letusan Kilauea di tahun 2018 telah menghancurkan lebih dari 700 rumah.
Baca juga: Menakjubkan! Potret Meletusnya Gunung Berapi Kilauea di Hawaii
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News