London: Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan pemimpin Uni Eropa, Ursula von der Leyen akan mengadakan pertemuan pada hari ini, Minggu, 13 Desember 2020. Keduanya akan memutuskan apakah menyudahi pembicaraan perdagangan pascabrexit atau tidak.
Negosiasi ini berjalan alot, terlebih ditambah ketegangan karena dalam 19 hari ke depan, Inggris akan meninggalkan pasar Uni Eropa.
Pada Sabtu kemarin, Inggris mengambil langkah dramatis dengan mengumumkan kapal Angkatan Laut bersenjata akan berpatroli di perairan mereka mulai 1 Januari. Langkah ini untuk pertama kalinya membatasi kegiatan perikanan yang dilakukan bersama negara anggota Uni Eropa dalam beberapa kasus selama berabad-abad.
Jelang akhir tenggat waktu, Brussel tidak terlalu agresif, dan von der Leyen telah menjelaskan Uni Eropa akan menghormati kedaulatan Inggris setelah periode transisi pascabrexit.
"Pertahanan pasar tunggal adalah garis merah bagi Uni Eropa. Apa yang kami usulkan ke Inggris tentunya menghormati kedaulatan Inggris. Itu bisa menjadi dasar kesepakatan," kata sumber senior Uni Eropa, dilansir dari France24.
Sementara itu, juru bicara pemerintah Inggris menekankan London siap meninggalkan serikat pekerja dan menangani urusannya sendiri setelah 47 tahun terintegrasi ekonomi yang erat.
"Tawaran di atas meja dari Uni Eropa tetap tidak dapat diterima," tegas jubir pemerintah Inggris.
"Perdana menteri tidak akan meninggalkan kebutuhan bisnis yang terlewat dalam proses ini, tetapi dia sangat jelas: setiap kesepakatan harus adil dan menghormati posisi fundamental bahwa Inggris akan menjadi negara yang berdaulat dalam waktu tiga minggu," imbuhnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan