Tank T-72B3M dalam parade militer Rusia memperingati Hari Kemenangan melawan NAZI. Foto: AFP
Tank T-72B3M dalam parade militer Rusia memperingati Hari Kemenangan melawan NAZI. Foto: AFP

AS Sebut Rusia Tidak Bisa Buat Tank Lagi

Internasional Amerika Serikat ukraina rusia sanksi rusia Rusia-Ukraina Perang Rusia-Ukraina
Medcom • 11 Mei 2022 07:20
Washington: Barat telah mengenakan berbagai sanksi ekonomi kepada Rusia, termasuk di antaranya rencana untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak Moskow. Namun, sanksi berupa kontrol ekspor tampaknya tidak begitu menarik perhatian publik.
 
Sanksi tersebut melarang perusahaan mengirim produk penting, seperti semikonduktor, ke Rusia dengan tujuan meruntuhkan perekonomian Rusia secara perlahan. Seorang pejabat tinggi pemerintahan Biden mengatakan kepada Yahoo Finance pada Senin, 9 Mei 2022 bahwa kontrol ekspor tertentu dapat merugikan tentara Vladimir Putin dalam waktu dekat.
 
“Karena kontrol ekspor yang telah kami tetapkan, dua produsen tank teratas Rusia tidak lagi aktif berbisnis,” kata Wakil Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Wally Adeyemo, dikutip dari Yahoo News, Selasa, 10 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Rusia sekarang memiliki tank dalam jumlah jauh lebih sedikit daripada awal invasi ini, dan mereka tidak dapat menghasilkan lebih banyak lagi karena tindakan yang kami ambil,” imbuhnya.
 
Gedung Putih mengatakan, sanksi itu membuat dua pabrik tank utama Rusia, Uralvagonzavod Corporation dan Pabrik Traktor Chelyabinsk, menganggur akibat kurangnya komponen asing. Dan pengamat melihat lebih sedikit tank dari biasanya pada parade militer tahunan di Lapangan Merah Moskow pada hari Senin.
 
Pengamat pun menyadari bahwa terdapat lebih sedikit tank dalam parade militer tahunan di Lapangan Merah Moskow hari Senin.
 
Sementara itu, foto-foto tank Rusia hancur ditebas rudal Javelin buatan AS menjadi dorongan bagi Ukraina dan sekutunya.
 
Pada Minggu, 8 Mei 2022, Gedung Putih mengumumkan tambahan kontrol ekspor untuk barang-barang seperti kayu, mesin industri, buldoser, dan barang lainnya untuk “semakin membatasi akses Rusia ke barang-barang dan pendapatan yang dapat mendukung kemampuan militernya.”
 
Uni Eropa (UE) menyusul dengan menetapkan kontrol baru pada barang-barang seperti bahan kimia.
 
Seorang pejabat senior mengatakan kepada wartawan bahwa upaya pengendalian ekspor telah dimulai pada produk khusus, seperti microchip, dan sekarang "kami memperluas ke produk industri yang memiliki efek serupa terhadap kemampuan Putin untuk mewujudkan ambisi perangnya."
 
Seperti yang dikatakan Adeyemo kepada Yahoo Finance pada Senin, tujuannya adalah untuk "mengurangi sumber daya ke Rusia untuk memastikan mereka memiliki sedikit sumber daya untuk berperang melawan Ukraina."
 
Peraturan Administrasi Ekspor (EAR), sebagaimana tercantum dalam dokumen pemerintah AS, berlaku tidak hanya untuk barang-barang yang diproduksi di A.S. tetapi juga menyatakan “barang-barang produksi luar negeri yang berlokasi di luar Amerika Serikat tunduk pada EAR apabila itu adalah 'produk langsung' dari” industri seperti teknologi, perangkat lunak (software), atau manufaktur AS.”
 
Langkah yang diambil untuk kontrol ekspor datang sebagai bagian dari sejumlah tindakan baru terhadap Rusia ini diumumkan hari Minggu. Ini termasuk sanksi terhadap individu dan bisnis Rusia, serta upaya negara-negara G7 untuk berhenti impor minyak Rusia. Departemen Perdagangan AS juga mengatakan bahwa AS sementara akan menangguhkan tarif baja Ukraina selama satu tahun. (Kaylina Ivani)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif