Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) bersama Presiden Belarusia Alexander Lukashenko menyaksikan uji coba rudal hipersonik, jelajah dan balistik dari sebuah ruangan di Moskow, 19  Februari 2022. (Alexey NIKOLSKY / Sputnik / AFP)
Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) bersama Presiden Belarusia Alexander Lukashenko menyaksikan uji coba rudal hipersonik, jelajah dan balistik dari sebuah ruangan di Moskow, 19 Februari 2022. (Alexey NIKOLSKY / Sputnik / AFP)

Rusia Uji Coba Rudal Hipersonik di Tengah Meningkatnya Ketegangan

Willy Haryono • 19 Februari 2022 21:45
Moskow: Rusia sukses melakukan uji coba rudal tipe hipersonik, jelajah, dan balistik yang dapat dipasangi hulu ledak nuklir pada hari Sabtu ini, 19 Februari 2022. Menurut Kremlin, uji coba ini merupakan bagian dari rangkaian latihan yang sudah dijadwalkan sebelumnya.
 
Uji coba dilakukan Moskow di saat negara-negara Barat semakin khawatir akan terjadinya invasi Rusia ke Ukraina.
 
"Semua rudal mengenai target, mengonfirmasi keseluruhan performa mereka," kata kantor kepresidenann Rusia, dikutip dari TRT World.

"Tujuan utama dari latihan ini adalah menyempurnakan performa pasukan ofensif strategis kami, agar serangan mereka dipastikan menghantam musuh," tutur Kepala Staf Jenderal Valery Gerasimov kepada Presiden Rusia Vladiir Putin dalam sebuah pernyataan di televisi.
 
Putin menyaksikan uji coba rudal dari ruang pemantauan di Kremin bersama Presiden Belarusia Alexander Lukashenko. Gerasimov mengatakan uji coba peluncuran hari ini meliputi dua fase.
 
Fase pertama adalah menguji coba performa potensi persenjataan terkait. Sementara fase kedua meliputi "penggunaan senjata ofensif strategis jika Federasi Rusia perlu melancarkan serangan balasan," sebut Gerasimov.
 
Latihan dan uji coba hari ini melibatkan angkatan laut dari wilayah Laut Hitam dan Laut Utara Rusia, dan juga pasukan strategis Negeri Beruang Merah.
 
Sementara itu di waktu bersamaan, para pemimpin negara Barat sedang menggelar konferensi pertahanan Munich di Jerman. Mereka semua membahas mengenai potensi terjadinya invasi Rusia ke Ukraina.
 
Salah satu yang hadir adalah Wakil Presiden AS Kamala Harris, yang memperingatkan akan adanya sanksi ekonomi signifikan jika Rusia berani menginvasi Ukraina.
 
Baca:  Harris Peringatkan 'Sanksi Ekonomi Signifikan' Jika Rusia Menginvasi Ukraina
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan