Dilansir dari laman Gulf Today, perbatasan yang dibuka kembali oleh Spanyol adalah yang menuju ke arah Prancis dan Inggris.
Sebelumnya, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez telah mengumumkan rencana membuka sebagian besar perbatasannya dengan negara-negara anggota Uni Eropa mulai 21 Juni. PM Sanchez membuka perbatasan demi menghidupkan kembali perekonomian, salah satunya melalui sektor pariwisata.
Spanyol merupakan salah satu negara Eropa yang terkena dampak terparah covid-19. Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins pada Minggu ini, total kasus covid-19 di Spanyol telah melampaui 245 ribu, dengan 28 ribu lebih kematian dan 150.376 pasien sembuh.
Ibu kota Spanyol, Madrid, dan juga Barcelona di wilayah Catalonia masih berada di bawah pembatasan ketat. Ini dikarenakan situasi seputar covid-19 di dua kota tersebut belum kondusif.
Sabtu kemarin, pemerintahan PM Sanchez mengumumkan bahwa mulai Minggu ini, warga dari negara-negara anggota UE dan zona Schengen dapat masuk secara bebas ke Spanyol. Mereka boleh masuk tanpa perlu menjalani masa karantina selama 14 hari.
Berbeda dari negara Eropa lain, Portugal mengaku masih akan tetap menutup perbatasannya ke Spanyol hingga 1 Juli mendatang.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa pandemi covid-19 di kancah global telah memasuki fase baru yang berbahaya. WHO mencatat lonjakan kasus covid-19, terutama dari benua Amerika, Asia, dan Timur Tengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News