WHO peringatkan covid-19 masih menjadi ancaman. Foto: AFP
WHO peringatkan covid-19 masih menjadi ancaman. Foto: AFP

Angka Covid-19 Meningkat Lagi, WHO Keluarkan Peringatan

Medcom • 18 Maret 2022 14:52
Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis peringatan pada Rabu, 16 Maret 2022 yang menyatakan jumlah kasus covid-19 kembali meningkat. Meski angka pelaksanaan tes telah menurun signifikan.
 
“Kita tahu ketika jumlah kasus meningkat, begitu juga dengan kematian,” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dilansir dari The Straits Times, Jumat, 18 Maret 2022.
 
Setelah mengalami penurunan selama beberapa minggu, laporan kasus covid-19 secara global meningkat 8 persen pekan lalu. Lebih dari 11 juta kasus dan lebih dari 43.000 kematian tercatat dalam kurun waktu tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Teknis Covid-19 WHO, Maria van Kerkhove, menyesali penambahan kasus ini, “meski tes berkurang signifikan di seluruh dunia”.
 
Dirjen Tedros memperingatkan bahwa “kasus yang kita lihat hanyalah puncak gunung es” lantaran masyarakat semakin sedikit melakukan tes.
 
Tedros menyoroti angka kematian yang sangat tinggi di beberapa negara, khususnya yang memiliki tingkat vaksinasi rendah. Rendahnya vaksinasi membuat masyarakat lebih rentan.
 
“Kami meminta semua negara tetap waspada,” ujar Tedros, sembari menekankan pandemi belum berakhir.
 
Kembali meningkatnya jumlah kasus, menurut Kerkhove, disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor.
 
Ia mengingatkan bahwa penyebaran varian Omicron masih “sangat intens di seluruh dunia".
 
Salah satu subvarian Omicron, BA.2, diketahui sangat mudah menular. Subvarian ini paling sering ditemukan dalam sampel-sampel yang dikumpulkan dan ditelusuri.
 
"Ini adalah varian paling menular yang pernah kami lihat dari virus Sars-CoV-2 sampai saat ini," ucap Kerkhove.
 
Di saat yang sama, banyak negara mulai mencabut sebagian besar atau semua pembatasan covid-19, sementara akses serta perolehan vaksin tidak merata. Dengan begini, virus lebih mudah menyebar.
 
Kerkhove juga menyinggung beredar luasnya misinformasi.
 
"Misinformasi bahwa Omicron ringan, misinformasi bahwa pandemi telah berakhir, misinformasi bahwa ini adalah varian terakhir yang harus kita tangani,” ucap Kerkhove.
 
“Ini benar-benar menyebabkan banyak kebingungan,” imbuhnya.
 
Meski begitu, Kerkhove mengatakan bahwa dunia tahu cara mengendalikan covid-19. "Berita baiknya adalah kita memiliki alat yang dapat mengurangi penyebaran (covid-19)," katanya.
 
Pemakaian masker, menjaga jarak, dan vaksinasi disebutnya sebagai beberapa cara menekan penyebaran virus korona yang telah terbukti efektivitasnya.
 
“Kita harus meneruskannya,” pungkas Kerkhove. (Kaylina Ivani)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif