Pernyataan disampaikan secara virtual pada Senin kemarin, yang merupakan kali kedua diucapkan Harris kepada PBB sejak dirinya dilantik menjadi wapres AS.
"Saat dunia sedang berusaha menangani pandemi (Covid-19) ini, kita juga tahu bahwa kita harus bersiap menghadapi yang berikutnya," ucap Harris, dalam sebuah pernyataan yang dirilis dari kantor wapres AS, dilansir dari laman Al Arabiya pada Selasa, 27 April 2021.
Pertemuan virtual tertutup tersebut dihadiri perwakilan tetap PBB dari Argentina, Jepang, Norwegia, dan Afrika Selatan.
Pernyataan Harris ini menyoroti sikap PBB mengenai bagaimana seharusnya AS dan negara-negara global memfokuskan perhatian mereka dalam menghadapi ancaman pandemi berikutnya.
Langkah-langkah antisipasi meliputi peningkatan akses terhadap sistem kesehatan, investasi di bidang sains, perbaikan kesejahteraan tenaga kesehatan, serta mendorong tambahan kapasitas alat pelindung diri serta manufaktur vaksin.
Harris mengatakan dunia sudah belajar banyak mengenai pandemi saat ini, terutama mengenai persiapan dan respons. Namun ia menekankan dunia juga tidak boleh bersantai dan berpuas diri.
"Kita sudah pernah diingatkan bahwa status quo saja tidak cujup, dan inovasi adalah langkah yang harus diambil ke depannya," tutur Harris.
Dalam sebuah video, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa dunia sebenarnya mampu menghadapi krisis Covid-19 dengan lebih baik jika kemajuan signifikan sudah tercapai terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), termasuk soal penghapusan kemiskinan ekstrem.
Saat ini, target menghapus kemiskinan ekstrem yang telah ditetapkan PBB adalah tahun 2030.
Baca: Kamala Harris Disuntik Dosis Kedua Vaksin Covid-19
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News